Perak XAG/USD Menguat di Tengah NFP Lemah dan Ketegangan Geopolitik

Perak XAG/USD Menguat di Tengah NFP Lemah dan Ketegangan Geopolitik

trading sekarang

Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight, dengan fokus pada pergerakan XAG/USD yang lebih tinggi meskipun dolar AS melunak setelah rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih lemah dari ekspektasi. Di balik pergerakan ini, dinamika geopolitik tetap tinggi karena eskalasi antara AS dan Iran, sehingga investor cenderung mencari aset yang dianggap sebagai tempat berlindung. Di samping itu, kenaikan harga minyak akibat gangguan pasokan melalui Selat Hormuz turut menambah kekhawatiran terkait inflasi global, yang pada akhirnya memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter.

Faktor tersebut memicu perubahan posisi di pasar, dengan pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terkait pemotongan suku bunga The Fed. Karena logam mulia yang tidak membayar imbal hasil, pergerakannya sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan dan prospek inflasi. Penurunan yield obligasi AS serta melemahnya dolar memberikan dukungan terhadap perak dalam upaya membentuk basis yang lebih tinggi setelah tekanan teknis akhir-akhir ini.

Secara teknikal, pergerakan XAG/USD menunjukkan tanda konsolidasi setelah mundur dari Bollinger Band atas. Pada grafik harian, harga saat ini berusaha bertahan sekitar tengah Bollinger Band yang juga berfungsi sebagai 20-day Simple Moving Average di sekitar level $83, sementara harga berada di sekitar $84.27, menguat sekitar 2,7% dari rendah harian di $80.17.

Secara teknikal, XAG/USD sedang berada dalam fase konsolidasi setelah menahan tekanan dari upper Bollinger Band. Harga berada dekat dengan tengah Bollinger Band sekitar $83 dan menyentuh level SMA 20-hari, sehingga bias jangka pendek dinilai netral hingga sedikit bullish. Kondisi ini mencerminkan arus perdagangan yang seimbang di antara segmen beli dan jual dalam beberapa sesi terakhir.

Indikator momentum utama menunjukkan ketidakpastian yang relatif tinggi. RSI berada mendekati 50, menandakan momentum yang seimbang, sementara MACD mendekati garis nol dengan histogram yang mengecil, menunjukkan pelemahan momentum bearish meskipun garis MACD sedikit berada di bawah sinyalnya. ADX turun mendekati 18, menandakan kekuatan tren yang melemah dan pasar cenderung berada dalam kisaran harga.

Untuk potensi upside, diperlukan tembusan yang jelas di atas upper Bollinger Band sekitar $93.86 untuk menarik minat beli baru. Jika tembusan terjadi, arah harga berpotensi menuju level psikologis $100, meskipun area ini bisa menghadapi fase konsolidasi sebelum menembus lebih jauh menuju retest near all-time high sekitar $121.66.

Implikasi utama bagi para trader adalah bahwa perak kemungkinan tetap berada dalam kisaran harga hingga hadir sinyal teknikal yang jelas. Pasar masih dipengaruhi kombinasi sentimen risiko dari geopolitik dan dinamika inflasi, di mana aset safe-haven tetap menarik saat volatilitas meningkat. Dalam konteks ini, trader perlu memantau perkembangan fundamental sambil mempertimbangkan pergerakan teknikal sebagai bagian dari strategi terkait likuiditas pasar.

Strategi yang mungkin relevan adalah menunggu konfirmasi breakout—terutama jika harga mampu menembus level sekitar $93.86—untuk posisi long. Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah support sekitar $83, bisa dipertimbangkan pendekatan jual dengan manajemen risiko yang terukur. Mengingat risiko terkait kebijakan moneter dan volatilitas harga minyak, pelaku pasar perlu menegaskan rencana risiko dan batas kerugian secara disiplin.

Sesua dengan pedoman kami di Cetro Trading Insight, rasio risiko terhadap imbalan sebaiknya tetap di atas 1:1.5. Jika momentum teknikal menguat secara lebih meyakinkan dan konfirmasi breakout terwujud, target harga bisa mengarah ke $100 dan berpotensi lebih tinggi menuju zona dekat $121.66. Namun, skenario ini perlu konfirmasi lanjutan melalui pola harga dan indikator teknikal sebelum diimplementasikan dalam aksi trading.

broker terbaik indonesia