Perak mengalami dorongan kuat dengan harga XAG/USD menyentuh rekor sekitar 89,11 dolar per ons sebelum akhirnya mundur. Meski terjadi koreksi terbatas, logam abu-abu masih mencatatkan keuntungan signifikan pada sesi tersebut, menunjukkan momentum beli yang kuat di pasar komoditas. Aksi harga juga dipengaruhi respons dolar terhadap data inflasi AS yang relatif lemah.
Rintangan teknikal terdekat berada di level resistance sekitar 87,00 dan 88,00 dolar, sementara level support kunci berada di 86,23 dan 85,50 dolar. Saat ini XAG/USD diperdagangkan mendekati 86,91 setelah memantul dari rendah harian di 83,45, menandakan volatilitas yang tetap signifikan. Hal ini membuat pelaku pasar mewaspadai pergerakan di rentang sempit menjelang rilis data ekonomi berikutnya.
Secara umum, tren kenaikan tetap utuh karena adanya pola higher highs dan higher lows yang berulang. Namun divergensi antara aksi harga dan RSI mengindikasikan momentum pembeli mulai melemah pada kenaikan terakhir. Jalur teknikal yang paling mungkin adalah arah naik asalkan tetap berada di atas support utama dan mampu menembus resistance di 89,11.
Aksi harga menunjukkan tren naik yang konsisten, dengan rangkaian higher highs dan higher lows menandakan arus pembeli masih kuat. Meski demikian, sinyal RSI menampilkan divergensi yang mengindikasikan momentum bullish sedang berkurang. Kondisi ini menandakan adanya potensi koreksi jangka pendek meski arah utama tetap ke atas.
Level resistensi utama berada di 87,00, diikuti 88,00 dan 89,11 sebagai target teknikal. Di sisi bawah, level support kunci berada di 86,23 dan 85,50, dengan penembusan di bawah 85,50 membuka peluang menuju 80,00 atau lebih rendah. Daerah tersebut menjadi fokus utama untuk memantau perubahan arah tren.
Analisis menunjukkan arah pergerakan yang lebih mungkin naik dalam kerangka menengah jika harga berhasil menembus resistance 89,11. Namun jika momentum melemah lebih lanjut dan harga menembus 85,50, skenario bearish akan meningkat, sehingga trader perlu mematuhi konfirmasi breakout dan volume sebagai filter utama. Kondisi ini menekankan pentingnya konfirmasi teknikal sebelum mengambil posisi. Skenario netral juga tetap ada jika harga berkonsolidasi di sekitar 86–87 tanpa dorongan jelas.
Strategi yang disarankan adalah posisi long dengan harga pembukaan sekitar 86,91. Stop loss ditempatkan di 85,50 untuk menjaga risiko relatif kecil terhadap potensi kenaikan menuju 89,11. Target profit berada di level 89,11, sesuai dengan resistance tertinggi sepanjang masa dan potensi momentum breakout.
Dalam praktiknya, trader perlu mengamati reaksi harga terhadap level 87,00 dan 88,00 untuk konfirmasi kelanjutan tren. Jika harga melemah ke 86,50 namun tidak menembus 85,50, penyesuaian posisi dapat dilakukan dengan penambahan trailing stop. Hindari eksposur berlebihan dan sesuaikan ukuran posisi dengan profil risiko.
Scenario alternatif: jika harga menembus 85,50, peluang balik arah menuju sekitar 80,00 bisa terjadi. Oleh karena itu, manajemen risiko harus disiplin dan menjaga jarak dari volatilitas pasar yang dipicu rilis data ekonomi AS. Secara keseluruhan, prospek teknikal tetap bullish asalkan level support tidak ditembus.