Perak XAG/USD Turun 0,51% di $91,50; Rasio Emas/Perak Naik ke 50,33

Perak XAG/USD Turun 0,51% di $91,50; Rasio Emas/Perak Naik ke 50,33

trading sekarang

Harga Perak XAG/USD turun pada Jumat, menyentuh level sekitar $91,50 per ons troi. Pergerakan ini menandai penurunan 0,51% dibandingkan level $91,97 pada hari Kamis. Data tersebut dirilis berdasarkan pembaruan pasar yang diawasi secara luas, menunjukkan pergerakan harian yang relatif rendah di tengah volatilitas umum pasar komoditas.

Secara year-to-date, logam putih telah naik sekitar 28,72% sejak awal tahun. Lonjakan ini menandakan rebound yang kuat setelah dinamika pasokan dan permintaan yang berbeda. Investor terus memantau faktor-faktor global yang bisa mempengaruhi permintaan terhadap perak sebagai logam mulia maupun industri.

Rasio emas/perak antara 50,33 pada Jumat meningkat dari 50,08 pada hari Kamis. Rasio tersebut mengindikasikan diperlukan lebih banyak ons perak untuk menyamai nilai satu ons emas, sebuah indikator yang sering dipakai untuk menilai kedalaman pasar logam mulia. Pergerakan rasio juga mencerminkan perubahan preferensi antara dua logam utama tersebut.

Faktor Pendorong Pergerakan Perak

Kondisi likuiditas global dan suasana risiko di pasar keuangan menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga perak. Penurunan 0,51% pada Jumat ini mencerminkan tekanan singkat dalam perdagangan harian, meskipun fundamental jangka panjang tetap mendukung peningkatan harga. Investor juga menilai dampak kebijakan moneter dan fiskal yang bisa mempengaruhi permintaan industri logam mulia.

Selain itu, dinamika permintaan industri terhadap perak tetap relevan karena penggunaan luasnya di sektor elektronik, fotografi, dan teknologi baru. Perak juga dipandang sebagai aset pelindung nilai oleh sebagian investor, meskipun volatilitasnya lebih tinggi dibanding emas. Kinerja YTD mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pasokan dan permintaan di masa depan.

Rasio emas/perak yang bergerak ke 50,33 mencerminkan perubahan preferensi antara logam mulia dan logam industri. Fluktuasi bisa dipicu oleh perbedaan suku bunga nyata, perkembangan geopolitik, dan dinamika permintaan emas sebagai lindung nilai. Meski pergerakan harian terlihat kecil, pola rasio ini sering dipakai untuk menilai arah medium term pasar logam mulia dan industri.

Implikasi bagi Pelaku Pasar

Bagi trader dan investor, data harga saat ini menunjukkan volatilitas harian yang relatif rendah, meskipun tren jangka panjang tetap positif. Lonjakan YTD menambah dukungan terhadap perak sebagai aset defensif maupun siklik. Pelaku pasar perlu menggabungkan analisis fundamental dengan pengawasan terhadap data ekonomi dan kebijakan moneter yang dapat memicu pergerakan lebih lanjut.

Tak ada sinyal trading eksplisit dari informasi ini karena tidak cukup untuk menentukan arah jangka pendek yang konsisten. Analisis teknikal dapat digunakan untuk melihat pola jika data harga berikutnya menambah konfirmasi, namun yang tersedia saat ini tidak cukup kuat untuk membuka posisi. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menahan keputusan trading hingga sinyal lebih jelas muncul.

Secara keseluruhan, pelaku pasar perlu menjaga eksposur risiko melalui diversifikasi dan pemantauan level harga yang relevan. Jika sentimen terhadap emas dan perak berubah, perak bisa memperlihatkan volatilitas lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan. Saat rilis data ekonomi berikutnya muncul, momentum harga bisa berubah arah sesuai perubahan likuiditas dan permintaan industri. Strategi umum adalah menilai ulang portofolio terhadap logam mulia sambil menunggu konfirmasi teknikal yang lebih jelas.

broker terbaik indonesia