Perak XAG/USD turun mendekati $82.65 seiring rebound USD; fokus data AS dan NFP

Perak XAG/USD turun mendekati $82.65 seiring rebound USD; fokus data AS dan NFP

trading sekarang

Harga perak XAG/USD turun mendekati $82.65 pada sesi Asia hari ini, turun sekitar 1,5% dari sesi sebelumnya. Pergerakan tersebut mencerminkan tekanan jual akibat rebound nilai dolar AS yang lebih kuat. Kondisi ini menjadikan perak lebih sensitif terhadap arah dolar dan sentimen risiko global.

Meski demikian, permintaan sebagai aset aman diperkirakan tetap menyokong pembatasan penurunan lebih lanjut. Analis melihat adanya dukungan dari pandangan investasi yang mencari perlindungan selama ketidakpastian geopolitik meningkat. Sisi teknikal juga menunjukkan adanya tekanan jual jangka pendek, namun belum menyentuh level yang memicu pembalikan besar.

Investors menantikan rilis data utama AS minggu ini, termasuk Retail Sales dan laporan pekerjaan yang tertunda untuk Januari. Kombinasi data ini diproyeksikan akan menambah arah bagi XAG/USD pada sisa minggu. Secara umum, pergerakan saat ini dipengaruhi oleh dinamika dolar, prospek inflasi, dan bagaimana risiko global direspon para pelaku pasar.

Dolar AS mendapatkan dorongan dari data ekonomi yang lebih kuat, sehingga potensi tekanan terhadap logam mulia ini meningkat. Retail Sales untuk Desember diperkirakan naik sekitar 0,4% MoM, setelah peningkatan 0,6% pada November. Data ini menambah dinamika terhadap ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter. Pasar juga menata ekspektasi mengenai laporan ketenagakerjaan Januari yang tertunda.

Kenaikan angka konsumsi bisa memperkuat dolar dan menekan perak lebih lanjut dalam jangka pendek. Namun, status sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik bisa memberi dukungan terbatas saat pasar menilai risiko global. Skenario ini menjaga volatilitas harga tanpa arah jelas dalam beberapa sesi mendatang.

Di antara faktor risiko, ketegangan regional dan potensi respons Iran terhadap fasilitas militer AS bisa menjaga pergerakan harga tetap bertalian dengan sentimen risiko. Para pedagang menimbang kemungkinan fluktuasi suku bunga, inflasi, dan kebijakan fiskal yang bisa memompa volatilitas. Meski demikian, sinyal kuat tentang arah jangka pendek sulit dipastikan hanya dari faktor ini saja.

Beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa data ekonomi AS yang lebih optimis mendukung dolar, menekan daya tarik perak dalam beberapa sesi. Sentimen risiko global tetap menjadi faktor penentu bias pasar terhadap logam berharga ini. Dalam konteks tersebut, pergerakan harga cenderung dipicu oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter dan inflasi.

Investor menunggu laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Desember yang tertunda serta data inflasi untuk memahami dinamika pasar tenaga kerja dan tekanan harga. Jika laporan menunjukkan kelemahan di pasar tenaga kerja dan inflasi turun, ada peluang bagi perak untuk mendapat dukungan. Namun jika data menguat, tekanan terhadap perak bisa meningkat lagi karena dolar menguat.

Artikel ini disusun untuk pembaca Cetro Trading Insight. Meskipun arah teknikal dan fundamental saling berinteraksi, rekomendasi perdagangan tetap menunggu konfirmasi lebih lanjut. Untuk saat ini, saat sinyal trading belum jelas, strategi yang direkomendasikan adalah menjaga risiko dengan limitasi posisi dan memantau rilis data ekonomi utama yang bisa mengubah sentimen pasar.

broker terbaik indonesia