Harga Perak telah melemah dari rekor tertinggi di sekitar 93,51 dolar AS. Ketegangan Iran meredah setelah janji bahwa eskalasi tidak akan berlanjut, membuat permintaan aset safe-haven berkurang. Perubahan sentimen ini menjadi salah satu pendorong utama koreksi harga logam putih tersebut. Investor mulai menilai risiko geopolitik secara lebih seimbang, sehingga tekanan pembelian logam mulia berkurang.
Selain faktor geopolitik, pasar menimbang kebijakan moneter global. The Fed diperkirakan belum akan menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini. Ekspektasi pelonggaran moneter yang lebih lemah menambah beban pada emas dan perak. Data ekonomi AS yang menunjukkan tekanan inflasi tetap tinggi turut menjaga volatilitas harga logam mulia.
Di sisi lain, dinamika kebijakan di Amerika Serikat dan prospek nominasi Ketua Fed berikutnya menjadi fokus pasar. Trump menyatakan rencana penggantinya dan kandidat utama mulai dibahas publik, meskipun keputusan final masih menunggu Gedung Putih. Sorotan ini dapat memicu volatilitas jangka pendek, tetapi arah jangka menengah tampaknya bergantung pada bagaimana data inflasi dan kebijakan suku bunga berkembang. Pemain pasar disarankan memantau komentar pejabat bank sentral sebelum mengambil posisi.
Secara teknikal, Perak diperdagangkan sekitar 88,50 dolar AS setelah koreksi tajam. EMA 20-hari menunjukkan tren naik karena rata-rata bergerak itu berada di sekitar 77,48 dan naik, menahan harga tetap berada di atasnya. Kondisi RSI 14-hari berada di sekitar 68, mendekati zona jenuh beli yang bisa membatasi lonjakan tanpa adanya perubahan momentum. Seluruh sinyal teknikal saat ini mendukung bias kenaikan selama harga tetap di atas EMA.
Jika harga tetap berada di atas EMA 20 yang naik, skenario utama adalah kelanjutan tren menuju level resistance yang lebih tinggi dan potensi re-test ke area sekitar level tertinggi sebelumnya. Namun penurunan penutupan di bawah EMA 20 dapat menggeser bias ke fase konsolidasi dan menargetkan penurunan menuju 73,85 sebagai level penting. Kondisi ini menambah risiko jangka pendek untuk pengambilan posisi long secara ritel, terutama bila volatilitas kembali meningkat.
Rencana trading berbasis teknikal perlu memperhatikan jarak antara open, stop loss, dan take profit. Berdasarkan level saat ini, open sekitar 88,50, dengan stop loss di 85,00 dan target profit sekitar 93,75, rasio risiko-imbalan memenuhi kriteria minimal 1 banding 1,5. Investor perlu menjaga disiplin manajemen risiko sambil mengikuti arah harga di atas EMA 20 yang naik. (Analisis teknis didukung oleh alat bantu AI.)