Harga perak turun mendekati $90,40 dari tertinggi sepanjang masa sekitar $93,90 yang tercatat pada hari Rabu. Pada sesi Asia Jumat, XAGUSD diperdagangkan berada di sekitar $90,6, menggambarkan tekanan jual yang cukup signifikan di awal perdagangan. Para pelaku pasar terus memperhatikan dinamika permintaan fisik dan sentimen risiko terkait perkembangan kebijakan ekonomi.
Secara teknis, Moving Average Exponential (EMA) 50 jam menunjukkan arah kenaikan dan harga masih bertahan di atas level tersebut, yang memberi sinyal dukungan jangka pendek. Indikator RSI juga menunjukkan perubahan momentum, dengan pergeseran dari zona overbought menuju area netral, menandakan bahwa kendaraan tren bullish sementara telah melunak. Kondisi ini menyiratkan peluang bagi pergerakan konsolidasi sebelum penentuan arah lebih lanjut.
Penghalang utama berada di level tertinggi sepanjang masa di sekitar $93,90, yang dipandang sebagai batas atas yang signifikan bagi rebound harga. Sisi bawah memiliki batas yang erat di sekitar $86,19 — jika harga menembus level itu, proyeksi teknis melihat potensi penurunan lebih lanjut menuju $83,62 yang tercatat sebagai level terendah pada 13 Januari. Secara umum, dinamika harga tetap rentan terhadap kejutan kebijakan dan perubahan ekspektasi pasar terhadap suku bunga.
Langkah AS menunda penerapan tarif pada impor mineral kritis telah menekan tekanan pada sentimen perak. Presiden AS memerintahkan negosiasi dengan mitra dagang untuk menyesuaikan impor mineral kritis agar tidak membahayakan keamanan nasional ekonomi. Langkah ini menandai upaya mengurangi ketidakpastian pasokan mineral kritis yang berperan dalam berbagai industri.
Para analis menilai bahwa tegangan perdagangan bisa berkurang jika AS menunda tarif, namun gambaran jangka panjang tetap kumuh mengingat tergantungnya industri pada pasokan asing. Pasar mengaitkan langkah ini dengan potensi stabilisasi biaya produksi untuk sektor-sektor yang menggunakan mineral kritis. Secara keseluruhan, dinamika kebijakan ini menambah unsur risiko bagi volatilitas harga logam mulia di pasar global.
Di sisi moneter, para investor menimbang sinyal bahwa Federal Reserve cenderung menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan mendatang. Jeda pelonggaran moneter dapat menekan aset- aset yang tidak membayar imbal hasil, termasuk perak, sehingga sentimen relatif negatif bagi logam mulia jangka pendek. Ketidakpastian kebijakan fiskal dan perdagangan juga menambah tekanan pada profil risiko instrumen berisiko rendah seperti perak.
Analisis teknis menunjukkan EMA 50-jam tetap naik dan memberi dukungan pada tren kenaikan jangka pendek. Harga yang berada di atas EMA 50 jam mengindikasikan kekuatan pembeli meskipun momentum sempat mereda. Kondisi ini menambah peluang bagi pergerakan melanjutkan tren naik dalam beberapa sesi ke depan.
Indikator RSI menunjukkan penurunan momentum bullish dalam beberapa sesi terakhir, menandakan potensi konsolidasi jika tekanan beli melemah. Oleh karena itu, para trader sebaiknya memperhatikan level support kritis di sekitar $86,19 untuk menghindari kejutan teknis. Jika tekanan jual berlanjut, pergerakan menuju target porak-porandanya berada di bawah level tersebut.
Untuk konteks level, catatan tertinggi sepanjang masa di $93,90 tetap menjadi batasan utama yang perlu diwaspadai. Pembuat pasar juga menganggap penembusan di bawah level support utama dapat mengubah arah tren ke bawah, meskipun potensi rebound bisa muncul jika permintaan fisik menguat. Investor perlu menimbang risiko terhadap berita kebijakan moneter dan kebijakan perdagangan saat mempertimbangkan posisi di XAGUSD.