Perak berhasil mundur dari level tertinggi rekor 121,66 yang dicapai pada 29 Januari akibat aksi ambil untung. Pada perdagangan Jumat, logam mulia ini diperdagangkan sekitar 113,30 dalam sesi Asia. Meski koreksi ini, tren kenaikan bulanan tetap menanjak, dengan proyeksi mendekati lebih dari 60% sejalan dengan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih tinggi.
Rally safe-haven logam ini didorong oleh menurunnya kepercayaan terhadap aset AS di tengah komentar mengenai posisi dolar yang lemah, kritik terhadap kebijakan The Fed, serta prospek pemotongan suku bunga pada beberapa bulan mendatang. Sentimen tersebut menambah tekanan pada dolar dan memberi ruang bagi perak untuk menjaga momentum bullish meskipun koreksi terjadi.
Meningkatnya ketegangan geopolitik juga menjadi faktor penentu. Iran memperingatkan akan mempertahankan diri dan merespons ancaman seperti sebelumnya, sementara Uni Eropa menandai Korps Pengawal Revolusi Iran sebagai organisasi teroris. Ketegangan meningkat lebih lanjut ketika AS meningkatkan kehadiran militernya di dekat Iran, sementara Teheran mengumumkan latihan militer di Selat Hormuz.
Faktor fundamental tetap memberi dukungan bagi perak. Permintaan terhadap logam mulia sebagai aset aman meningkat seiring dengan ketidakpastian ekonomi global.
Dolar yang lemah relatif dan sikap berhati-hati kebijakan moneter The Fed menambah daya tarik perak bagi investor. Meski inflasi tetap tinggi, sinyal stabilisasi pasar tenaga kerja menguatkan narasi bahwa logam ini bisa bertahan sebagai perlindungan nilai.
Ketegangan regional dan ancaman geopolitik menjaga risiko dan pasokan logam ini tetap sensitif. Pasar memantau dinamika geopolitik sebagai faktor kunci yang bisa menambah tekanan pada harga perak.
Secara umum, perak menunjukkan volatilitas yang tinggi dan cerminan sentimen risiko global. Koreksi setelah mencapai level tertinggi menyediakan peluang bagi investor yang menilai kelanjutan tren bullish jika faktor geopolitik tetap terjaga.
Namun, tidak ada sinyal perdagangan yang jelas dari analisis ini karena tidak disebutkan level entri, target keuntungan, atau stop loss yang dapat diandalkan. Oleh karena itu sinyal trading adalah no dan levelnya null.
Analisis menyarankan pengamatan terhadap level kunci seperti dukungan sekitar 113 dan resistance mendekati rekor 121,7 untuk melihat potensi kelanjutan tren jika kebijakan moneter dan risiko geopolitik berkembang.