Perak XAGUSD Tertekan: Gejolak Risiko Menurun dan Kebijakan AS Tekan Harga

Perak XAGUSD Tertekan: Gejolak Risiko Menurun dan Kebijakan AS Tekan Harga

trading sekarang

Harga Perak XAG/USD berada di sekitar $89,70 per ons pada perdagangan Jumat, setelah turun sekitar 2,5% sepanjang hari. Penurunan ini mengikis sebagian kenaikan yang terlihat di awal minggu dan menandakan pembalikan teknis yang dipicu perubahan sentimen pasar. Meski ketegangan geopolitik sempat mereda, para pelaku pasar tetap mengamati dinamika global untuk melihat apakah perbaikan harga bisa berlanjut.

Faktor fundamental mendominasi gerak harga saat ini; ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih restriktif tetap menjadi tekanan utama bagi logam mulia. Imbal hasil obligasi yang lebih menarik dibandingkan logam berimbal hasil membuat Perak kurang menarik sebagai aset safe-haven. Selain itu, optimisme terhadap likuiditas dan pertumbuhan global yang membaik mendorong investor beralih ke aset berisiko.

Data ketenagakerjaan AS yang kuat menambah keyakinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan restriktif dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut memperkuat pendorong di balik arus modal ke obligasi dan aset berpendapatan tetap, sehingga daya tarik logam mulia melemah. Secara keseluruhan, risiko geopolitik menurun membatasi daya tarik Perak sebagai penyimpan nilai saat ini.

Imbas Kebijakan Moneter AS dan Pergerakan Pasar terhadap XAGUSD

Di sisi sentimen, pernyataan bahwa eskalasi militer dapat diredam telah menenangkan kekhawatiran regional dan mendorong investor beralih ke aset yang lebih berisiko. Aliran modal ke saham dan komoditas berisiko meningkat, sehingga logam mulia kehilangan sebagian daya tariknya sebagai rencana lindung nilai. Hal ini memperkecil peluang rebound singkat pada XAGUSD.

Komentar bahwa tidak ada rencana menggulingkan Ketua Federal Reserve Powell juga meningkatkan kepercayaan terhadap independensi bank sentral, mengurangi kekhawatiran soal kebijakan moneter yang mendadak berubah. Pasar menilai bahwa kebijakan moneter yang terkendali dapat menahan volatilitas, meskipun tekanan harga tetap ada. Investors monitor setiap pernyataan pejabat Fed untuk menilai arah suku bunga.

Di tingkat makro, proyeksi suku bunga lebih tinggi untuk periode yang lebih lama menjaga daya tarik obligasi relatif lebih besar dibanding logam mulia. Akibatnya, aliran modal berpotensi pindah dari Perak ke instrumen berimbal hasil. Meskipun pembalikan harga masih bersifat korektif jangka pendek, para investor tetap memperhatikan rilis data ekonomi AS dan komentar kebijakan Fed yang akan datang untuk melihat apakah volatilitas bisa kembali meningkat.

broker terbaik indonesia