Di tengah badai persaingan industri farmasi, Phapros melontarkan loncatan luar biasa di tahun 2025. Perusahaan membalikkan tren dengan laba bersih sebesar Rp27,4 miliar, berbanding rugi Rp290,6 miliar pada tahun sebelumnya. Transformasi bisnis dan efisiensi operasional menjadi pilar utama yang mendorong kinerja keuangan tumbuh positif, menurut Cetro Trading Insight.
Penjualan Phapros mencapai Rp940,88 miliar, meningkat 26,3 persen secara tahunan. Pertumbuhan terjadi di semua segmen: OTC naik 43,2 persen, OGB tumbuh 13,9 persen, dan segmen ethical melonjak 54,9 persen. Situasi ini menandakan bahwa penataan portofolio produk dan upaya pemasaran yang terjaga kualitasnya membuahkan hasil.
Biaya produksi barang (COGS) berhasil ditekan 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp474,03 miliar. Rasio COGS terhadap penjualan turun menjadi 47,6 persen dari 63,6 persen pada 2024, menandakan efisiensi operasional yang kuat. Beban usaha juga terpangkas 14,6 persen menjadi Rp406,4 miliar, sehingga margin kotor lebih kuat dan menambah dimensi Array efisiensi bagi perusahaan.
Ida Rahmi Kurniasih, Plt. Direktur Utama, menegaskan bahwa peningkatan kinerja berawal dari lima pilar strategi yang dijalankan secara konsisten. Pilar-pilar tersebut meliputi disiplin Sales and Operation Planning, peningkatan kompetensi tim pemasaran, penataan kerja sama dengan distributor, penguatan portofolio produk, dan efisiensi biaya yang ketat. Keseluruhan elemen ini telah membalikkan fundamental perseroan dari rugi menjadi untung, menurut Cetro Trading Insight.
Riset dan inovasi di lini produk (R&D) menjadi motor utama pertumbuhan, termasuk peluang tender obat program pemerintah. Strategi cost restructuring dan peningkatan efektivitas distribusi turut menjaga margin di tengah persaingan ketat industri. Pemenuhan standar CPOB terkini dan kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan menjadi fokus utama yang memperkuat posisi perseroan; Array peluang baru pun tercipta.
Penurunan kewajiban (liabilitas) sekitar 7,45 persen menjadi Rp959,70 miliar memberi ruang bagi peningkatan ekuitas. Ekuitas perseroan naik sekitar 8,7 persen menjadi Rp427,5 miliar pada akhir 2025. Penataan portofolio produk dan efisiensi biaya juga meningkatkan penjualan di semua segmen, meneguhkan fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
Secara prospektif, Phapros menghadapi pasar dengan rencana ekspansi yang sejalan permintaan obat dalam negeri serta kontrak pemerintah. Faktor makro yang memengaruhi biaya input dan umur produk memerlukan manajemen risiko yang terukur, meski jalur pertumbuhan tetap terlihat jelas. Harga emas dunia hari ini menunjukkan dinamika risiko global yang perlu dicermati pelaku saham seperti PEHA untuk menjaga stabilitas portofolio investasi.
Strategi portofolio dan kemitraan distributor menciptakan Array momentum di semua segmen. Dukungan pemerintah melalui program obat pemerintah memperkuat posisi PEHA di pasar domestik. Harga emas dunia hari ini mempengaruhi persepsi risiko investor terhadap saham sektor kesehatan, termasuk PEHA.
Penguatan inovasi dan efisiensi akan menjadi kunci menjaga margin pada masa depan. Rencana jangka menengah menunjukkan bahwa keuntungan berkelanjutan tergantung pada kepatuhan CPOB dan inovasi produk. Harga emas dunia hari ini perlu diwasadai investor untuk alokasi portofolio terhadap PEHA.