Di tengah gempita rumor yang beredar di pasar, PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) secara tegas membantah keterkaitannya dengan dugaan manipulasi dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO) yang terkait Shinhan Sekuritas. Laporan perseroan menekankan bahwa isu tersebut merujuk pada pemegang saham pengendali lama, bukan pihak yang sekarang menguasai perusahaan. Laporan ini disampaikan untuk melindungi reputasi perusahaan serta para pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham dan manajemen baru. Dalam konteks ini, laporan kami dari Cetro Trading Insight (Cetro) menekankan perlunya membedakan antara tuduhan masa lalu dan status kepemilikan saat ini.
PIPA menegaskan tidak memiliki keterkaitan, hubungan kepemilikan, operasional, manajerial, maupun afiliasi dengan individu yang diduga terlibat dalam perkara IPO tersebut, termasuk Junaedi. Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan pasar dan menghindari dampak negatif terhadap kinerja perseroan maupun para pemangku kepentingan. Cetro Trading Insight menilai klarifikasi ini penting karena menyangkut stabilitas kepercayaan investor terhadap saham PIPA yang diperdagangkan di BEI.
Selain itu, perusahaan menyoroti bahwa struktur kendali telah berubah melalui langkah akuisisi yang diawali pada April 2025 dan dilakukan dengan uji tuntas yang komprehensif. PIPA menekankan bahwa Morris Capital Indonesia resmi menjadi pemegang kendali setelah proses tersebut, dan seluruh tahapan serta laporan telah disampaikan kepada otoritas terkait untuk kepatuhan penuh.
Sejalan dengan perkembangan korporasi, Morris Capital Indonesia menyelesaikan pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO) pada 22 Januari 2026 atas saham PIPA. Proses ini diikuti dengan penetapan manajemen baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Januari 2026. Menurut manajemen, akuisisi saham dilakukan melalui due diligence independen dan semua laporan relevan telah disampaikan sesuai ketentuan OJK dan BEI.
Manajemen menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada sanksi maupun temuan yang mengaitkan manajemen baru atau pemegang kendali baru dengan dugaan tindakan manipulasi. PIPA juga menegaskan komitmen untuk menghormati asas praduga tidak bersalah dalam proses hukum. Cetro melihat penyampaian ini sebagai langkah menjaga kredibilitas perseroan di mata investor dan regulator.
Secara strategis, Morris Capital berencana mengintegrasikan lini bisnis manufaktur pipa PVC PIPA dengan ekspansi di sektor oil and gas melalui fasilitas produksi, perdagangan, distribusi, serta infrastruktur pendukung. Rencana sinergi tersebut bertujuan memperluas jaringan operasional dan meningkatkan efisiensi rantai nilai, sesuai dengan fokus korporasi yang lebih luas. Cetro menilai langkah ini sebagai upaya transformasi yang signifikan bagi PIPA menuju diversifikasi aset.
Dit Tipideksus Bareskrim Polri sebelumnya melakukan penggeledahan terhadap Kantor PT Shinhan Sekuritas terkait penyidikan dugaan manipulasi proses IPO PIPA. Temuan inilah yang menjadi landasan bagi pihak berwenang untuk menilai kelayakan PIPA melantai di BEI, meskipun PIPA kemudian menegaskan tidak layak jika valuasi aset tidak memenuhi syarat. Cetro menilai kejadian ini menyorot pentingnya transparansi dan tata kelola perusahaan dalam dinamika pasar modal Indonesia.
PIPA menekankan asas praduga tidak bersalah dan menyatakan kesiapan bekerja sama dengan penegak hukum serta otoritas pasar modal jika diperlukan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga iklim investasi yang sehat dan meminimalkan dampak reputasional terhadap saham yang diperdagangkan. Dalam konteks pasar, pernyataan tersebut diharapkan memberi kepastian bagi para investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Secara keseluruhan, publikasi ini menyoroti perlunya evaluasi berkelanjutan tentang bagaimana sinergi kepemilikan baru dapat mempengaruhi operasi PIPA ke depan. Bagi para investor, fokus utama adalah bagaimana langkah-langkah governance dan rencana ekspansi di oil & gas akan berdampak pada kinerja keuangan jangka menengah hingga panjang. Cetro akan terus memantau perkembangan dan memberikan analisis menyeluruh sesuai ketersediaan informasi.