PMI AS Naik Tipis, Dolar Stabil di Sekitar 98,28 Meski Tekanan Inflasi Tetap Menjadi Tantangan

PMI AS Naik Tipis, Dolar Stabil di Sekitar 98,28 Meski Tekanan Inflasi Tetap Menjadi Tantangan

trading sekarang

PMI pendahuluan S&P Global untuk AS meningkat tipis menjadi 52,8 pada bulan Januari. Hal ini menandakan bahwa aktivitas swasta di sektor jasa dan manufaktur masih berkembang meskipun momentum agak melambat. Analisis pasar menunjukkan bahwa pembacaan ini sedikit di bawah ekspektasi, sehingga tekanan terhadap kebijakan moneter dapat tetap ada.

PMI Manufaktur naik menjadi 51,9 dari 51,8, sementara PMI Jasa tetap di 52,5. Kedua indikator ini menggambarkan pertumbuhan yang relatif stabil meskipun tingkat pertumbuhan tidak lagi mendominasi. Kenaikan di sektor manufaktur masih lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan biaya dan permintaan yang membatasi ekspansi secara lebih luas.

Komentar para analis menekankan bahwa PMI pendahuluan mengindikasikan ekspansi berkelanjutan di awal tahun, namun laju pertumbuhan tampak melambat menuju periode liburan. Biaya produksi yang meningkat, yang banyak dikaitkan dengan tarif, disebut sebagai pendorong utama kenaikan harga barang dan jasa pada Januari. Inflasi dan kemampuan beli tetap menjadi fokus utama bagi pelaku bisnis dan pembuat kebijakan.

Dolar AS dan respons pasar

Reaksi pasar terhadap data PMI tampak terbatas, dengan Indeks Dolar AS bergerak datar di sekitar 98,28. Pergerakan ini mencerminkan ketidaksambungan antara momentum pertumbuhan dan ekspektasi inflasi yang terjaga. Para investor menunggu konfirmasi arah kebijakan dari rilis data lain untuk menyusun strategi.

Berbagai analis menilai bahwa biaya tetap menjadi faktor utama dalam dinamika harga, meskipun PMI tidak menunjukkan lonjakan permintaan yang signifikan. Dalam konteks kebijakan moneter dan fiskal, pasar tetap waspada terhadap perubahan arah suku bunga atau langkah-langkah kompensasi fiskal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan investasi.

Secara keseluruhan, data ini menggambarkan pertumbuhan yang berkelanjutan namun melambat, sehingga sentimen pasar cenderung berhati-hati. Variabel kunci seperti tekanan inflasi dan dinamika lapangan tenaga kerja akan terus membentuk arah pasar keuangan di awal tahun.

broker terbaik indonesia