Menurut Cetro Trading Insight, dalam wawancara eksklusif, Gubernur Bank Nasional Polandia (NBP) Adam Glapiński menyatakan bahwa inflasi akan mendekati target 2,5 persen tahun ini dan mungkin juga pada 2027. Pernyataan ini menciptakan ruang bagi kebijakan yang lebih longgar, termasuk kemungkinan penurunan suku bunga ke level 3,50 persen dari 4,00 persen. Klaim tersebut diperkirakan akan masuk dalam proyeksi terbaru bank pada laporan ramalan bulan Maret.
Senada, anggota Dewan Bank, Przemysław Litwiniuk, menilai pemangkasan suku bunga pada Maret sebagai peluang yang cukup nyata. Ia menambahkan bahwa inflasi mungkin turun karena perubahan dalam pembobotan keranjang CPI yang sedang berlangsung, meski publikasi estimasi kilat (flash) sempat ditangguhkan. Ia menegaskan bahwa level 3,50% bisa menjadi patokan akhir untuk siklus tersebut.
Secara umum, nada kebijakan dinilai lebih dovish oleh para pejabat. Pasar masih memandang terminal rate di sekitar 3,25%, meski komunikasi bank sentral cenderung menegaskan 3,50% sebagai puncak siklus. Ketidaksepahaman antara langkah kebijakan dan ekspektasi pasar mencerminkan adanya risiko dinamika inflasi yang belum sepenuhnya dikendalikan.
Pasangan EUR/PLN tetap terjaga dalam kisaran sempit sekitar 4,210 hingga 4,230. Beberapa analisis menunjukkan peluang turun sedikit jika harga menembus bawah 4,210, meskipun arah pergerakan belum jelas secara teknikal atau fundamental. Kondisi ini menandakan pasar menunggu nyala sinyal dari data inflasi dan pernyataan resmi NBPs berikutnya.
Secara umum, pasar nampak lebih dovish dibandingkan dengan pandangan kebijakan NBPs, meskipun ada beberapa kejutan inflasi ke arah lebih rendah yang menambah nuansa kehati-hatian. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa risiko di sisi down meluas jika inflasi turun lebih cepat daripada ekspektasi. Investor tetap mengamati bagaimana perubahan keranjang CPI mempengaruhi dinamika nilai tukar.
Kebijakan komunikasi NBPs fokus pada penyelesaian siklus pada 3,50%, meskipun pasar memperkirakan terminal di sekitar 3,25%. Jika data ekonomi menunjukkan kekuatan di atas perkiraan, arah pergerakan dapat berubah, sehingga risiko di pasar valuta asing tetap terukur. Pada saat ini, tidak ada konfirmasi arah yang kuat untuk EURPLN, sehingga investor disarankan berhati-hati.
Untuk trader mata uang, faktor utama adalah bagaimana kebijakan NBPs mempengaruhi arus modal dan volatilitas EURPLN. Nada dovish meningkatkan kemungkinan tekanan pada pasangan ini, terutama jika data inflasi menunjukkan pelemahan lebih lanjut. Perubahan kebijakan juga bisa memicu reaksi pasar yang cepat terhadap rilis indikator ekonomi mendatang.
Secara teknikal, artikel ini tidak menawarkan sinyal trading yang jelas. Kisaran perdagangan yang sempit dan ketidakpastian arah membuat posisi baru perlu menunggu konfirmasi dari data inflasi atau pernyataan lanjutan NBPs. Investor disarankan menunda pembukaan posisi besar hingga ada sinyal yang lebih jelas dari faktor fundamental maupun teknikal.
Namun, jika inflasi turun sesuai ekspektasi dan pelonggaran berlanjut, ada potensi pengaruh pada EURPLN ke arah beberapa pergeseran nilai tukar, terutama jika rencana pemangkasan suku bunga terealisasi. Sebaliknya, jika kekuatan ekonomi mengejutkan, EURPLN bisa menguat melewati kisaran saat ini. Poin-poin ini menekankan perlunya pemantauan rutin terhadap data inflasi dan pernyataan kebijakan NBPs.