
GBP/USD berada di sekitar 1.3530 pada penulisan ini, tertekan oleh sentimen risiko yang memburuk dan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset pelindung nilai. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menambah beban pada pasangan ini dan menarik perhatian pasar terhadap pergerakan mata uang utama.
Dolar AS menguat karena pandangan bahwa risiko geopolitik mendorong likuiditas ke aset teraman. Indeks DXY tercatat naik sekitar 0.35 persen menuju kisaran 98.30, sementara investor menunggu data CPI AS untuk April.
Di tingkat domestik, tekanan politik di Inggris juga berlanjut setelah laba pemilu lokal membuat beberapa anggota partai meminta Perdana Menteri Keir Starmer mengundurkan diri. Ketidakpastian kebijakan fiskal di masa transisi pemerintahan baru dapat menambah volatilitas GBP dan menekan peluang kenaikan jangka pendek.
Dukungan terhadap dolar juga diperkuat oleh laporan bahwa pejabat AS mengevaluasi opsi respons terhadap Iran jika negosiasi tidak membaik. Narasi ini meningkatkan daya tarik dolar sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Indeks DXY naik sekitar 0.35% ke sekitar 98.30, mencerminkan permintaan terhadap greenback secara luas. Pasar juga menantikan data inflasi konsumen AS untuk April yang diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan 3.7% dan inflasi inti 2.7%.
Jika inflasi menemui tekanan lebih tinggi dari ekspektasi, pasar cenderung menilai bahwa Federal Reserve akan menjaga kebijakan restriktif lebih lama. Kondisi ini bisa memperkuat posisi USD, sementara pound rentan terhadap dinamika domestik menjelang rilis data UK.
Minggu ini pasar menantikan rilis CPI AS dan angka GDP Inggris untuk kuartal pertama. Data CPI diperkirakan akan menggeser arah kebijakan moneter AS, sementara angka GDP Inggris diperkirakan menunjukkan pertumbuhan 0.6% untuk kuartal pertama.
Kondisi ini berpotensi menambah volatilitas pada GBP/USD, dengan risiko turun jika CPI AS menguat lebih dari perkiraan dan ukuran pertumbuhan Inggris lebih lemah dari perkiraan. Investor menimbang peluang kebijakan fiskal Inggris di masa depan dan reaksi pasar terhadap spekulasi bentuk pemerintahan baru.
Bagi trader, skenario teknikal yang relevan adalah mempertimbangkan posisi jual dengan rencana rasio risiko (R/R) minimal 1:1.5. Contoh level masuk dan target: open 1.3530, tp 1.3450, sl 1.3650, memastikan take profit lebih rendah dari open dan stop-loss lebih tinggi.