PPRO Kembali Diperdagangkan Setelah Suspensi BEI: Peluang Buy Pasca Pembayaran Bunga dan Homologasi

PPRO Kembali Diperdagangkan Setelah Suspensi BEI: Peluang Buy Pasca Pembayaran Bunga dan Homologasi

Signal P/PROBUY
Open23.000
TP28.000
SL20.000
trading sekarang

PPRO melonjak signifikan pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, seiring dengan keputusan Bursa Efek Indonesia mencabut suspensi atas saham anak perusahaan BUMN tersebut. Saham bertransaksi di papan pemantauan khusus dan sempat menyentuh level Rp23 per lembar usai reli 10 persen. Transaksi sepanjang sesi I tercatat sekitar Rp436 juta dengan 189 ribu lembar saham berpindah tangan, menunjukkan minat investor yang tetap terjaga. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membahas peluang dan risiko di saham ini.

Pembebasan suspensi datang setelah perseroan menyelesaikan kewajiban pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan dan Medium Term Notes pada 17 Februari 2026. Pembayaran tersebut merupakan bagian dari putusan homologasi pengadilan antara PP Properti dan kreditor, yang menjadi katalis utama bagi konsolidasi suspensi. BEI menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari emiten untuk menjaga kepercayaan publik.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Lidia M Panjaitan, menegaskan bahwa keterbukaan informasi dari emiten harus diperhatikan oleh semua pihak. BEI juga mencatat bahwa perseroan mengirimkan surat kepada regulator sehari setelahnya, sebagai bagian dari proses komunikasi pasca-suspensi. Dengan demikian, suspensi dicabut dan PPRO bisa diperdagangkan kembali melalui skema full-call auction FCA, meski volume awal masih terbatas.

Secara ringkas, langkah pemulihan perdagangan ini meningkatkan likuiditas saham PPRO. Sejak pembukaan kembali, transaksi tercatat sekitar Rp436 juta dengan volume sekitar 189 ribu lembar, menunjukkan adanya minat berkelanjutan meskipun volatilitas bisa terjadi. Hal ini menambah keyakinan bagi para investor bahwa mekanisme FCA diterapkan dengan lancar oleh pasar.

PPRO kembali diperdagangkan di seluruh pasar dengan FCA, bukan hanya pada papan pemantauan khusus seperti sebelumnya. Kebijakan ini memperluas akses perdagangan bagi investor ritel maupun institusional yang mengikuti perkembangan emiten properti BUMN. Secara tak langsung, dinamika saham ini juga mempengaruhi persepsi terhadap induk usahanya, PT PP Tbk (PTPP).

Keterbukaan regulator dan emiten menjadi kunci kepercayaan pasar. BEI menegaskan pentingnya transparansi informasi dan kepatuhan terhadap peraturan pasar modal sebagai pilar keandalan perdagangan. Meskipun suspensi telah dicabut, investor tetap perlu memantau perkembangan terkait pembayaran bunga berikutnya dan arah kinerja emiten untuk menilai kelanjutan tren.

Analisis perdagangan dan peluang bagi investor

Analisis ini menekankan bahwa momentum positif berasal dari penyelesaian kewajiban keuangan dan pelunasan utang melalui homologasi. Secara fundamental, langkah ini meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap kepatuhan emiten terhadap kreditor dan regulator. Kendati demikian, risiko volatilitas tinggi tetap ada seiring pembacaan pasar terhadap proyeksi kinerja PP Properti.

Sinyal trading berdasarkan isi artikel cenderung ke arah buy. Skenario teknikal mengasumsikan open di sekitar Rp23, take profit di Rp28, dan stop loss di Rp20, sehingga rasio risk-reward sekitar 1:1,67. Dengan demikian, jika harga bergerak sesuai rencana, peluang keuntungan cukup menarik meski volatilitas bisa meningkat pada fase pemulihan ini.

Untuk manajemen risiko, trader disarankan memantau volume transaksi dan pembaruan terkait homologasi berikutnya. Karena narasi yang positif bisa memicu rebound cepat, penempatan stop loss perlu disesuaikan dengan dinamika likuiditas. Secara keseluruhan, potensi upside PPRO tetap menarik bagi investor yang fokus pada saham properti sektor BUMN dengan profil risiko moderat.

broker terbaik indonesia