Standard Chartered menaikkan proyeksi PDB Taiwan untuk 2026 menjadi 8,0% dari 3,8% sebelumnya. Proyeksi baru ini didorong oleh kinerja Q4-2025 yang kuat dengan pertumbuhan tahunan mencapai 12,7% serta laju 5,4% secara kuartal. Bank menilai volatilitas siklus ekspor Taiwan juga menunjukkan dinamika yang lebih bertahan di tengah permintaan global yang solid.
Momentum pemulihan berasal dari dorongan ekspor ICT dan elektronik yang tetap tinggi, seiring dengan proyeksi upcycle permintaan semikonduktor global. Para analis menyoroti bahwa Q4 menunjukkan momentum yang kuat secara kuartal, meskipun ada risiko pergeseran basis perhitungan pada kuartal awal 2026. Asumsi ini membuat prospek 2026 tetap optimis meskipun dinamika global bisa berubah.
Namun, meskipun optimisme tinggi, pertumbuhan diperkirakan tidak merata dan risiko ketimpangan pendapatan rumah tangga berpotensi melebar. Bank juga menggarisbawahi bahwa kebijakan CBC kemungkinan akan mempertahankan pembatasan kredit di sektor properti untuk menahan gejolak harga aset. Dalam konteks ini, para pengamat menekankan pentingnya diversifikasi produk ekspor dan dukungan kebijakan untuk menjaga stabilitas. Cetro Trading Insight menyatakan bahwa kebijakan moneter dan fiskal akan menjadi penentu kecepatan transisi ini, sementara kebijakan CBC kemungkinan menjaga pembatasan kredit properti.
Catatan redaksi: Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight, dengan bantuan alat AI dan telah melalui proses editorial.
Permintaan semikonduktor global tetap menjadi motor utama bagi ekspor Taiwan. Pertumbuhan kapasitas produksi, peningkatan efisiensi rantai pasokan, serta adopsi teknologi baru di sektor ICT mendorong permintaan ini. Dengan begitu, sektor manufaktur Taiwan mendapat dukungan berkelanjutan terhadap keluaran GDP dan prospek pendapatan nasional.
Kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat memberikan relief signifikan bagi eksportir karena sekitar 30% dari ekspor Taiwan diarahkan ke AS. Meskipun lanskap perdagangan global masih penuh ketidakpastian, perjanjian tersebut meningkatkan visibilitas arus kas dan memperkuat keyakinan pelaku industri. Pada gilirannya, hal ini membantu menjaga neraca perdagangan Taiwan tetap sehat di tengah tekanan global.
Selain itu, dinamika ekspor berbasis AI yang disebut-sebut dapat meningkatkan permintaan untuk produk ICT juga perlu didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dan skema pendanaan yang memadai. Para analis menekankan bahwa manfaat dari AI-driven export boom akan lebih nyata jika rantai pasokan dan teknologi produksi ditingkatkan. Secara keseluruhan, prospek ekspor Taiwan untuk 2026 tetap positif meskipun tantangan struktural tetap ada.
Ketidakmerataan pertumbuhan membawa risiko bagi sektor konsumsi domestik dan investasi, karena manfaat ekonomi yang tidak merata berpotensi menekan tingkat pendapatan rumah tangga. Ini bisa memperkecil pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan memperlambat laju investasi di sektor lain. Para analis menyoroti kebutuhan akan kebijakan yang menyeimbangkan pertumbuhan dengan perlindungan sosial yang memadai.
Kebijakan CBC diharapkan tetap bersifat selektif dalam menekan pembiayaan properti, untuk menjaga stabilitas keuangan dan mencegah overheating pasar properti. Langkah ini diharapkan menyeimbangkan risiko kredit sambil tetap mendukung proyek produktif lainnya. Perubahan kebijakan lain juga perlu diawasi untuk menilai dampaknya terhadap likuiditas dan biaya pembiayaan bagi pelaku usaha.
Bagi investor, dinamika makro Taiwan menawarkan peluang dan risiko yang perlu dikelola. Perhatikan pergerakan kurs USDTWD dan respons pasar saham terhadap rilis data ekonomi mendatang. Secara umum, prospek jangka menengah tampak positif meski volatilitas bisa meningkat pada fase transisi kebijakan moneter dan perdagangan.