Rabobank Turunkan Forecast Brent dan WTI Pasca Versailles MoU serta Pembukaan Hormuz

trading sekarang

Dalam laporan terbaru Rabobank menurunkan proyeksi harga Brent dan WTI setelah perjanjian Versailles MoU disepakati dan pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Para analis Joe DeLaura dan Florence Schmit menilai langkah diplomatik tersebut akan menekan laju harga minyak dalam beberapa kuartal ke depan.

Rincian proyeksi menunjukkan Brent sekitar 79 dolar per barel untuk Q3 2026 dan 78 dolar untuk Q4 2026, sedangkan WTI sekitar 75.50 dolar dan 74 dolar untuk periode yang sama. Mereka juga memperkirakan jalur penurunan secara umum hingga 2028.

Asumsi utama adalah bahwa Selat Hormuz tetap terbuka selama masa uji MoU 60 hari dan fasilitas produksi telah dinormalisasi. Perubahan tambahan seperti pembenahan tambang juga diangkat untuk menahan volatilitas jangka pendek. Dalam gambaran jangka panjang harga diperkirakan mendekati biaya produksi marginal per barel di pasar AS, menambah tekanan bagi harga minyak secara global. Namun volatilitas terkait aliran minyak dari Hormuz diperkirakan memberikan beberapa lonjakan harga sementara.

KeteranganBrentWTI
Q3 20267975.50
Q4 20267874
202774.5070
20287166.50

Pasokan minyak global menghadapi perubahan geopolitik yang signifikan. Pembelajaran dari MoU dan perubahan aliansi di kawasan meningkatkan fokus pada stabilitas produksi dan aliran minyak melalui jalur utama. Perubahan regulasi dan infrastruktur dapat mempengaruhi biaya dan laju produksi secara bertahap.

Uni Emirat Arab yang keluar dari OPEC dan pengembangan jalur Fujairah menambah dinamika pasokan. Di samping itu, adanya produksi dari Amerika Selatan dan AS yang meningkat menambah konteks persaingan di pasar minyak. Proyeksi Rabobank menyoroti bahwa kombinasi ini mendorong harga menuju level biaya produksi marginal dalam jangka panjang.

Di tengah semua perubahan tersebut, volatilitas harga tetap didorong oleh ketidakpastian aliran minyak dari Hormuz. Meskipun ada kemungkinan kenaikan harga sementara saat aliran mulai pulih, gambaran jangka panjang tetap menekankan tekanan penurunan harga secara umum.

Bagi investor, revisi proyeksi menimbulkan pertanyaan tentang strategi kepemilikan minyak mentah dalam portofolio. Penurunan ekspektasi harga jangka menengah memperluas pilihan untuk diversifikasi ke instrumen yang terkait dengan energi dan infrastruktur energi.

Untuk pedagang, volatilitas geopolitik tetap menjadi faktor penting meski arah jangka panjang cenderung menurun. Risiko harga yang lebih rendah akan memerlukan rencana manajemen risiko yang lebih ketat dan evaluasi ulang eksposur terhadap Brent dan WTI.

Tips praktis untuk pembaca adalah memantau perkembangan geopolitik secara rutin, menggunakan stop loss yang sesuai, dan mempertimbangkan alokasi bertahap ke posisi minyak melalui instrumen likuid yang cocok dengan profil risiko. Media kita, Cetro Trading Insight, akan terus menyajikan analisis yang membantu pembaca memahami dinamika pasar minyak.

banner footer