RAJA Melesat Pasca Rencana Stock Split 1:5: Likuiditas Meningkat di Tengah Tekanan IHSG

RAJA Melesat Pasca Rencana Stock Split 1:5: Likuiditas Meningkat di Tengah Tekanan IHSG

trading sekarang

RAJA menunjukkan momentum penting di pasar saham Indonesia, didorong oleh spekulasi seputar pemecahan nilai nominal saham (stock split). Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini dipandang sebagai strategi untuk meningkatkan likuiditas dan memikat investor. Pada sesi pembukaan Rabu 13 Mei 2026, RAJA menguat Rp330 alias 8% ke level Rp4.500.

Nilai transaksi harian RAJA melonjak menjadi Rp142 miliar, dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya. Volume perdagangan juga melonjak menjadi 318 ribu lot dengan frekuensi sekitar 14,85 ribu kali, menunjukkan peningkatan minat investor meski volatilitas harga meningkat.

Seiring IHSG tertekan akibat rebalancing MSCI, RAJA berhasil rebound, menandakan adanya dinamika spesifik pada saham ini. Sejauh ini IHSG turun sekitar 1,41% ke level 6.760 poin, menambah kontras antara arah pasar secara luas dan pergerakan RAJA.

Manajemen RAJA mengumumkan rencana stock split dengan rasio 1:5, sebuah langkah korporasi untuk meningkatkan likuiditas saham. Langkah ini dipandang sebagai upaya meningkatkan akses investor serta memicu aktivitas perdagangan.

Pemecahan nilai nominal dari Rp25 menjadi Rp5 per saham akan meningkatkan jumlah saham beredar dari 4,2 miliar menjadi 21,1 miliar saham. Alasan utama pemecahan nilai nominal adalah harga per saham yang saat ini sekitar Rp4.170 menurut penutupan kemarin dianggap terlalu tinggi bagi investor ritel untuk membeli satu lot.

RUPSLB dijadwalkan pada 23 Juni 2026, dan perseroan telah memperoleh izin prinsip dari Bursa Efek Indonesia untuk stock split pada 5 Mei 2026.

Implikasi dan Prospek Pasca Stock Split

Secara praktis, stock split diharapkan membuat RAJA lebih terjangkau dan likuid, sehingga arus masuk investor bisa meningkat. Namun, Cetro Trading Insight menekankan bahwa tidak ada jaminan kenaikan harga jangka pendek pasca split; investor perlu menimbang faktor teknikal dan fundamental.

Di tengah tekanan IHSG akibat rebalancing MSCI, volume RAJA bisa meningkat karena lebih banyak saham beredar dan akses pembelian yang lebih mudah. Katalis ini berpotensi menarik minat investor institusional maupun ritel, meski volatilitas bisa bertambah.

Kesimpulan: Keputusan stock split tergantung pada hasil RUPSLB dan respons pasar. Cetro Trading Insight akan terus memantau pernyataan BEI dan laporan perusahaan untuk memberikan pembaruan analisis. Investor disarankan mengikuti perkembangan resmi demi keputusan trading yang informasional.

banner footer