
RAJA mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:5, langkah besar yang dapat mengubah ritme perdagangan di BEI. Aksi ini dirancang untuk meningkatkan likuiditas dengan menurunkan harga per lembar sehingga menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel. Dalam konteks pasar modal Indonesia saat ini, langkah ini menunjukkan komitmen RAJA untuk memperluas basis pemegang saham dan memperkaya dinamika likuiditas.
Menurut keterbukaan informasi, jumlah saham akan bertambah dari 4,2 miliar menjadi 21,1 miliar saham, tanpa menambah modal perusahaan. Alasan utama rencana ini adalah harga saham RAJA sekitar Rp4.170 per lembar dianggap terlalu tinggi bagi sebagian investor ritel. Dengan perubahan rasio ini, nilai investasi minimum untuk satu lot diharapkan lebih terjangkau.
BEI telah memberikan persetujuan prinsip pada 5 Mei 2026; langkah selanjutnya RAJA adalah meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026. Setelah restu pemegang saham diperoleh, RAJA akan mengajukan permohonan kepada Kementerian Hukum pada 8 Juli 2026 untuk penerapan hukum resmi. Dalam jadwal tentatif, perdagangan saham lama akan berhenti pada 13 Juli 2026 dan perdagangan saham baru akan mulai pada 16 Juli 2026.
Proses implementasi mencakup beberapa tahapan kritis, dimulai dari persetujuan prinsip BEI hingga persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB. RAJA juga menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan untuk mengukur nilai pasar perseroan sebagai bagian dari proses evaluasi. Penugasan KJPP ini menegaskan komitmen perseroan untuk transparansi dan akurasi valuasi dalam rangka evaluasi stock split.
RUPSLB pada 23 Juni 2026 menjadi momen penting untuk konfirmasi perubahan atas kepemilikan saham dan struktur modal. Setelah itu perseroan akan mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Hukum pada 8 Juli 2026 untuk penerapan hukum administrasi dan pendaftaran perubahan. Perdagangan saham dengan nominal lama diperkirakan berakhir pada 13 Juli 2026, sementara saham baru dijadwalkan mulai diperdagangkan pada 16 Juli 2026.
| Rasio | 1:5 |
|---|---|
| Nilai nominal lama | Rp25 |
| Nilai nominal baru | Rp5 |
| Saham lama | 4,2 miliar |
| Saham baru | 21,1 miliar |
| Approval BEI | 5 Mei 2026 |
| RUPSLB | 23 Juni 2026 |
| Perdagangan saham lama | berakhir 13 Juli 2026 |
| Perdagangan saham baru | mulai 16 Juli 2026 |
| Penilai | KJPP Kusnanto & Rekan |
| Nilai pasar RAJA | USD 1,2 miliar per 31 Des 2025 |
Dari sisi fundamental, stock split umumnya meningkatkan likuiditas dengan menurunkan harga per lembar, sehingga akses modal menjadi lebih luas bagi investor ritel. Langkah ini juga dapat meningkatkan partisipasi publik dan mendukung likuiditas jangka panjang saham RAJA. Namun perlu diingat bahwa perubahan struktural seperti ini tidak otomatis menjamin kenaikan harga, melainkan bertujuan meningkatkan akses pasar.
Di sisi risiko, volatilitas harga bisa meningkat dalam beberapa periode karena penyesuaian teknis dan perubahan persepsi investor. Investor sebaiknya menilai kepemilikan, biaya transaksi, dan tingkat volatilitas likuiditas setelah implementasi. RAJA memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 1,2 miliar pada akhir 2025 sebagai parameter penting dalam evaluasi daya tahan saham pasca stock split.
Menurut analisis Cetro Trading Insight, stock split ini selaras dengan praktik pasar global bagi perusahaan yang ingin memperbesar partisipasi publik. Analisis kami menempatkan RAJA pada jalur untuk meningkatkan likuiditas tanpa mengubah fundamental perusahaan secara mendasar. Kami akan terus memantau perkembangan proses ini dan dampaknya terhadap likuiditas pasar di BEI.