Rally USD/JPY Berlanjut: Analisis Kebijakan BoJ, Level 160, dan Risiko Politik

Rally USD/JPY Berlanjut: Analisis Kebijakan BoJ, Level 160, dan Risiko Politik

Pasar valuta asing menunjukkan bahwa upaya menghentikan rally USD/JPY tetap rumit. Ketidakpastian seputar pemilihan mendadak meningkatkan volatilitas pasangan ini, sementara premi risiko politik yang kembali muncul memperkaya alasan investor untuk menimbang toleransi Jepang terhadap mata uangnya. Di samping itu, ketegangan diplomatik antara Jepang dan China menambah faktor pendorong yang membentuk pergerakan valuta asing.

Intervensi saja tidak cukup untuk membalikkan tren jangka panjang. Banyak analis menilai bahwa risiko kenaikan tetap melekat hingga mencapai level 160, meskipun laju rally bisa melambat mendekati angka itu karena kekhawatiran eksekusi intervensi. Contoh historis Juli 2024, ketika yen menembus 160 dan pemerintah hanya bertindak ketika mendekati 162, menunjukkan bahwa BoJ cenderung menunda langkah agresif hingga ada cetakan saat itu.

Mengacu pandangan Francesco Pesole dari ING, peluang untuk menguji level 160+ tampak semakin mungkin daripada pembalikan tren. Penjelasan fundamental juga menyoroti bahwa pergerakan USD/JPY sangat dipengaruhi oleh pergeseran suku bunga swap dua tahun AS, yang merosot beberapa basis poin dalam waktu dekat. Dengan demikian, dinamika pemilihan mendadak dan ketegangan regional terus membentuk bias pasar secara signifikan.

Pola Level 160+ dan Implikasi Kebijakan BoJ

Level 160 telah menjadi titik fokus teknikal yang membentuk ekspektasi pasar. Bila harga menembus ke atas, peluang menuju 161–162 bisa meningkat, meskipun volatilitas tetap tinggi karena respons kebijakan BoJ masih dinamis. Pelaku pasar juga menilai bahwa intervensi satu kali tidak cukup untuk menahan tren, sehingga skenario jangka pendek masih bergantung pada sinyal kebijakan.

Intervensi BoJ sejauh ini terlihat memberikan jeda singkat namun tidak mengubah arah utama. Pasar harga tetap dipengaruhi oleh faktor suku bunga global, terutama lonjakan/penurunan tingkat yield AS. Apabila kebijakan moneter AS tetap agresif atau melunak, peluang untuk pergerakan USD/JPY mengikuti arah tersebut tetap ada.

Data pergerakan 11 Juli 2024 menunjukkan bahwa intervensi pertama menimbulkan penurunan sekitar 1,8 persen dalam satu sesi. Meskipun begitu, efek tersebut tidak menjamin pemulihan berkelanjutan. Sementara itu, perubahan posisi pasar, seperti pergeseran dari net-short menjadi net-long bagi yen (net-long sekitar 3%), menggarisbawahi adanya dinamika investor yang berbeda dengan aksi spot yang sering bertentangan.

Risiko Politik dan Peran Pasar dalam Memaknai Intervensi

Ketidakpastian politik, termasuk risiko pemilihan mendadak, menambah beban pada ekspektasi kebijakan BoJ. Pasar menilai bahwa bank sentral Jepang bisa menunda tindakan sambil menunggu cetakan ekonomi, sehingga langkah agresif cenderung ditunda hingga ada sinyal yang lebih jelas. Dalam konteks ini, arah USD/JPY tetap ditopang oleh optimisme terhadap pelemahan yen terhadap dolar.

Posisi non-komersial di pasar futures menunjukkan dinamika kepercayaan investor pada yen. Laporan CFTC menunjukkan bahwa posisi bersih non-komersial sempat sangat negatif, lalu berbalik menjadi wilayah net-long sekitar 3 persen, meskipun aksi spot sering menolak arah tersebut.

Inti analisis menunjukkan bahwa intervensi fx tidak cukup untuk memulihkan tren secara berkelanjutan. Faktor utama tetap pergerakan suku bunga swap dua tahun AS, yang memegang peran utama dalam menyalurkan tekanan pada USD/JPY.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image