Ramadan 2026 menampilkan sinyal kontras di pasar saham Indonesia: IHSG turun sekitar 13,46% dalam sebulan hingga menyentuh 7.106,84 poin. Sementara indeks utama tertekan, sekelompok saham berhasil melontarkan lonjakan harga yang mengejutkan investor. Fenomena ini menunjukkan dinamika pasar yang tidak selalu sejalan dengan tren indeks, dan layak menjadi fokus analisis bagi pembaca Cetro Trading Insight.
Yang paling mencolok adalah Estee Gold Feet Tbk (EURO), yang melonjak 172,48% dalam sebulan menjadi Rp2.030 per unit dan menduduki puncak daftar performa. Lonjakan ini mengundang perhatian investor karena muncul di tengah lingkungan pasar yang sedang rapuh. Analisis kami menilai adanya kombinasi katalis teknikal maupun fundamental yang bisa menjadi pendorong berkelanjutan.
Tidak hanya EURO, beberapa saham lain juga menunjukkan reli signifikan. PPRO melesat 66,67% menjadi Rp35, AGII 57,41% menjadi Rp3.400, JGLE 45% menjadi Rp58, dan EMAS 30,14% menjadi Rp9.500. Kenaikan ini menandakan adanya minat beli yang kuat meski IHSG sedang tertekan. Katalis seperti peningkatan prospek sektor terkait dan optimisme terhadap laporan perusahaan turut berperan dalam momentum beli.
Secara teknikal, momentum beberapa saham menunjukkan kekuatan relatif yang lebih tinggi dibanding indeks utama. Hal ini mencerminkan minat beli yang kuat dan risiko teknikal yang relatif terkelola. Meskipun IHSG sedang terguncang, saham-saham unggulan menunjukkan kebijakan harga yang lebih kuat dan daya dorong yang konsisten.
Beberapa saham mencatat lonjakan signifikan: ITMG naik 26,13% menjadi Rp28.000. TKIM naik 24,40% menjadi Rp9.050. OMED naik 21,36% menjadi Rp250, ESSA naik 21,31% menjadi Rp740, TAPG naik 20,76% menjadi Rp1.745, dan AADI naik 20,69% menjadi Rp10.500.
Lonjakan-lonjakan ini menandakan dinamika teknikal yang mendukung tren positif bagi portofolio yang fokus ke saham-saham berfundamental kuat.
Untuk investor, momentum Ramadan bisa menjadi peluang memantau saham-saham dengan kinerja relatif kuat meski IHSG melemah. Cuplikan saham unggulan menunjukkan perubahan sentimen pasar yang lebih positif dibandingkan indeks utama. Namun, penting menjaga disiplin manajemen risiko dan memvalidasi klaim katalis sebelum menambah posisi.
Rasio risk-reward adalah kunci dalam memanfaatkan momentum ini. Target profit perlu dipetakan dengan memperhitungkan volatilitas dan potensi koreksi teknikal. Stop loss harus ditempatkan pada level yang realistis untuk menjaga modal.
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor, sesuai kebijakan risk management masing-masing, sebagaimana disampaikan oleh penulis di Cetro Trading Insight.