RBA Fokus pada CPI Kuartalan untuk Peramalan Inflasi; Dampak pada AUDUSD

RBA Fokus pada CPI Kuartalan untuk Peramalan Inflasi; Dampak pada AUDUSD

trading sekarang

Michael Plumb, Kepala Analisis Ekonomi di Reserve Bank of Australia, menekankan bahwa kebijakan moneter akan tetap dibangun di atas data inflasi CPI kuartalan sebagai kerangka peramalan. Ia menegaskan bahwa fokus utama adalah pada tren CPI kuartalan untuk memahami arah inflasi di masa mendatang. Cetro Trading Insight menekankan bahwa kebijakan ini juga mempertimbangkan pembacaan inflasi inti yang muncul dari data bulanan untuk menangkap dinamika harga yang lebih halus.

Selain itu, RBA menilai bahwa ukuran inflasi inti, termasuk Trimmed Mean, akan dipertimbangkan dalam konteks dunia setelah rilis CPI kuartalan. Tim analis akan menimbang perubahan ukuran mana yang paling relevan untuk gambaran inflasi inti dalam beberapa kuartal ke depan. Upaya ini bertujuan menghasilkan framework yang bias pada data yang paling representatif untuk peramalan jangka menengah.

RBA menegaskan bahwa perubahan kebijakan akan dikomunikasikan secara luas sebelum keputusan akhir diambil. Mereka juga menekankan bahwa tekanan inflasi saat ini sebagian besar bersifat sektoral, dengan harapan tekanan harga akan mereda dalam kuartal-quartal mendatang. Tekanan tersebut juga dibayangi oleh dinamika tenaga kerja yang menambah tekanan inflasi secara keseluruhan.

Pejabat membahas bagaimana pemilihan ukuran inflasi inti dari data bulanan akan menjadi pemandu di era pasca CPI kuartalan. Memusatkan perhatian pada indikator inti membantu memetakan arah inflasi secara lebih tepat dan mengurangi noise volatilitas jangka pendek.

Penyelidikan ini menekankan bahwa perubahan ukuran inflasi inti yang dipilih dapat memengaruhi proyeksi kebijakan ke depan, sehingga komunikasi kebijakan dilakukan secara luas dan jelas sebelum keputusan diambil. Dengan memahami pergeseran ukuran inflasi inti, investor dapat menilai risiko dan peluang mengikuti langkah RBA.

Selain itu, tekanan inflasi yang berasal dari sektor-sektor tertentu, terutama sektor terkait harga layanan dan tenaga kerja, menambah dinamika kebijakan. Meski demikian, bank sentral berharap bahwa tranche tekanan ini mereda sejalan dengan pelonggaran geometris dalam beberapa kuartal mendatang.

Dari sisi pasar, reaksi terhadap pernyataan tersebut terlihat pada AUDUSD yang mengalami penurunan sekitar 0,38 persen pada saat penulisan, diperdagangkan sekitar 0,7055. Pembacaan harga ini menunjukkan bahwa investor menimbang risiko kebijakan RBA terhadap jalur suku bunga dan prospek inflasi.

Analisis fundamental dan teknikal menunjukkan bahwa ekspektasi pasar bergeser menuju pendekatan yang lebih berhati-hati terhadap harga mata uang. Pasar mencermati bagaimana ukuran inflasi inti serta komunikasi kebijakan RBA akan membentuk keputusan suku bunga di beberapa kuartal ke depan.

Teorinya, tekanan tenaga kerja dan faktor sektoral menjadi kunci penggerak untuk pergerakan AUDUSD. Dengan begitu, pelaku pasar disarankan memantau rilis data berikutnya dan komentar kebijakan dari RBA untuk menilai peluang trading secara hati-hati.

broker terbaik indonesia