Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%. Keputusan ini menandai kelanjutan sikap kebijakan yang cenderung hawkish. Bank sentral menegaskan bahwa tekanan inflasi tetap menjadi fokus utama meskipun ada penurunan dari level puncak.
Menurut analis Commerzbank, inflasi diperkirakan akan tetap di atas target untuk beberapa waktu karena kapasitas perekonomian yang besar dan dinamika permintaan domestik. Pernyataan RBA menekankan bahwa inflasi memang turun sejak 2022, tetapi tekanan harga meningkat lagi pada paruh kedua tahun 2025. Hal ini menambah argumen untuk menjaga kebijakan yang restriktif.
Dewan menegaskan bahwa peningkatan inflasi sebagian bersifat sementara, meskipun permintaan swasta tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Ia juga menyoroti bahwa tekanan kapasitas lebih besar dari perkiraan sebelumnya, dan bahwa kondisi tenaga kerja tetap ketat. Proyeksi ekonomi untuk 2026 menunjukkan perubahan pada pertumbuhan, inflasi, dan pengangguran yang menandakan jalur kebijakan yang lebih jelas.
Kenaikan 25 basis poin memperkuat daya tarik aset berpendapatan tetap di Australia dan berpotensi menguatkan AUD terhadap pasangan mata uang utama dalam jangka pendek. Pasar kemungkinan menimbang yields yang lebih tinggi dan ekspektasi terhadap komitmen kebijakan bank sentral. Dampaknya mungkin terlihat pada pergerakan AUDUSD dalam beberapa sesi ke depan.
Forecast untuk 2026 menunjukkan PDB naik menjadi 1,8% dengan inflasi CPI rata-rata 3,2%, memberi gambaran lingkungan kebijakan yang lebih tegas. Data tersebut memperkuat narasi bahwa kebijakan bank sentral akan tetap restriktif untuk sementara waktu. Kondisi pasar tenaga kerja yang masih ketat menambah risiko terhadap jalur kebijakan meskipun beberapa indikator membaik.
Meski tekanan inflasi tampak menahan, dinamika permintaan domestik dan kapasitas produksi bisa menjaga tekanan harga lebih lama daripada perkiraan. Hal ini mendukung pandangan bahwa kebijakan hawkish bisa bertahan lebih lama dari yang diperkirakan pasar. Investor perlu memantau data inflasi berikutnya serta komentar bank sentral lain yang bisa mengubah arah kebijakan.
Dari sisi fundamental, keputusan ini memberi sinyal bahwa bank sentral siap menahan laju inflasi sambil menjaga pertumbuhan. Pasar dapat menilai yields Australia sebagai komponen penting untuk keputusan investasi berisiko rendah. Dalam konteks AUDUSD, sentimen hawkish bisa mendorong penguatan mata uang lokal.
Secara teknikal, jika harga menutup di atas level resistance setelah rilis, ada peluang menuju target sekitar 0,735. Break di atas level tersebut bisa membuka ruang bagi pergerakan lebih lanjut ke 0,75 atau lebih, tergantung dinamika pasar. Namun jika harga tidak berhasil menembus, ruang turun menuju 0,685 menjadi skenario yang perlu diperhitungkan.
Pertimbangan risiko mencakup respons dolar AS terhadap data inflasi berikutnya dan komentar kebijakan bank sentral lain di negara mayor ekonomi. Volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data makro utama, sehingga posisi perlu disesuaikan secara berkala. Disarankan untuk meninjau ulang posisi secara berkala dan menyesuaikan level stop dan target sesuai volatilitas pasar.