RBA Naikkan Suku Bunga Pertama Kali dalam Lebih dari Dua Tahun: Inflasi Australia Tetap di Atas Target, Implikasi untuk AUD dan Pasar Global

RBA Naikkan Suku Bunga Pertama Kali dalam Lebih dari Dua Tahun: Inflasi Australia Tetap di Atas Target, Implikasi untuk AUD dan Pasar Global

trading sekarang

Bank Sentral Australia meluncurkan kejutan kebijakan dengan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, sebagai respons atas tekanan inflasi yang masih mengemuka. Langkah ini dilakukan oleh Dewan Kebijakan Moneter secara bulat pada pertemuan pertama 2026, mengubah target dari 3,60% menjadi 3,85%. Kenaikan tersebut menandai perubahan arah kebijakan setelah serangkaian pelonggaran suku bunga pada 2025 dan menempatkan fokus pada bagaimana inflasi akan berlanjut ke depan.

Inflasi di Australia telah turun dari puncaknya pada 2022, namun data terbaru menunjukkan tekanan harga kembali meningkat pada paruh kedua 2025. Menurut Biro Statistik Australia (ABS), CPI 12 bulan hingga Desember 2025 melonjak menjadi 3,8%, dibanding 3,4% pada November. Sementara itu, ukuran inflasi inti trimmed mean naik menjadi 3,3% dalam setahun hingga Desember, naik dari 3,2% pada November.

Dewan Kebijakan Moneter menekankan bahwa inflasi kemungkinan akan tetap berada di atas kisaran target 2-3% untuk beberapa waktu ke depan. Mereka menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan belum sepenuhnya selesai, dan lonjakan inflasi belakangan ini menjadi alasan utama untuk menilai ulang langkah kebijakan. Langkah ini juga mengubah dinamika arus modal dan ekspektasi pasar terhadap AUD dan imbal hasil di pasar global.

Analisis dari Cetro Trading Insight menilai bahwa langkah RBA ini lebih banyak dipicu oleh kebutuhan menahan inflasi daripada dorongan pertumbuhan semata. Rilis ini cenderung mendongkrak nilai tukar AUD terhadap beberapa mitra utama, meskipun volatilitas di pasar forex bisa meningkat dalam beberapa sesi berikutnya. Investor akan menilai apakah data inflasi inti menunjukkan tren yang berkelanjutan. Selain itu, pernyataan RBA menambah pandangan mengenai kebijakan moneter global dan pergeseran rencana suku bunga negara lain.

Dampak kebijakan terhadap konsumsi rumah tangga, investasi bisnis, dan pasar properti Australia kemungkinan akan terasa dalam beberapa kuartal mendatang. Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat menekan belanja rumah tangga dan investasi modal. Namun jika inflasi mulai menunjukkan kestabilan yang lebih baik, ruang bagi bank sentral untuk mengevaluasi kelanjutan atau memperlambat pengetatan bisa muncul.

Secara global, prospek pasar tetap bergantung pada bagaimana inflasi dan pertumbuhan Australia berkembang dibandingkan dengan rekan-rekan ekonomi utama. Pergerakan AUD bisa mencerminkan pergeseran premi risiko dan ekspektasi kebijakan bank sentral lain. Cetro Trading Insight akan terus memantau rilis data inflasi dan pernyataan pejabat RBA untuk memberikan pembaruan yang relevan bagi pembaca kami.

broker terbaik indonesia