RBNZ Pertahankan OCR di 2.25%: Dampak pada NZD/USD dan Sinyal Trading Forex

RBNZ Pertahankan OCR di 2.25%: Dampak pada NZD/USD dan Sinyal Trading Forex

Signal NZD/USDBUY
Open0.607
TP0.620
SL0.600
trading sekarang

Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) memutuskan untuk mempertahankan OCR di 2,25% pada pertemuan kebijakan terbaru. Keputusan tersebut mengikuti tiga pemotongan berturut-turut yang menandai jeda dalam siklus pelonggaran saat ini. Pasar memprediksi rilis proyeksi OCR serta konferensi pers pertama Gubernur Anna Breman sebagai fokus utama.

Gubernur Breman, yang memulai masa jabatan barunya, akan mengadakan konferensi pers setelah pengumuman kebijakan. Laporan MPS juga akan memaparkan proyeksi inflasi dan OCR yang diupdate, sehingga investor mengamati arahan masa depan. Selain itu, pasar FX menilai bagaimana keputusan ini bisa memicu volatilitas pada NZD terhadap pasangan utama.

Analisis pasar menunjukkan bahwa jika RBNZ tidak mengejutkan dengan perubahan nada, NZD tampak memasuki fase konsolidasi dengan potensi volatilitas terbatas setelah rilis. Beberapa analis menilai bahwa fokus kebijakan akan bergeser ke arah mengunci pemulihan inflasi dan pasar tenaga kerja yang membaik. Secara umum, rilis ini diprediksi menjadi penentu arah bagi pergerakan NZD dalam beberapa bulan ke depan.

Data ekonomi terbaru menunjukkan ekspektasi inflasi dua tahunan naik menjadi sekitar 2,37% untuk kuartal pertama 2026, lebih tinggi daripada 2,28% pada kuartal sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan perubahan dinamika harga dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Pasar juga memperhatikan bagaimana indikator inflasi membentuk jalur kebijakan RBNZ ke depan.

Pada Desember 2025, tingkat pengangguran New Zealand mencapai 5,4%, tertinggi sejak 2015, meski pekerjaan naik 0,5% pada Q4 dan melampaui ekspektasi 0,3%. BBH berpendapat bahwa RBNZ bisa memangkas waktu untuk menaikkan OCR karena inflasi tetap tinggi dan pasar kerja membaik. Kurva swap memihak terhadap likuiditas NZD dengan indikasi sekitar 50 basis poin kenaikan OCR dalam 12 bulan, mendukung posisi NZD secara umum.

Analisis teknikal terhadap NZD/USD menunjukkan bahwa pasangan ini sedang berada dalam fase bullish konsolidasi mendekati level resistance krucial, sementara arah kebijakan dapat mengubah sentimen pasar. Pada skenario positif, jika RBNZ mengisyaratkan jalur hawkish pasca hold, target harga berikutnya bisa berada di 0.6150 dan 0.6200. Namun, jika pembicaraan kebijakan menekan inflasi tanpa memberikan panduan jelas, pasangan ini bisa terkoreksi menuju dukungan sekitar 0.6000 dan lebih rendah.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa NZD/USD berada dalam fase konsolidasi bullish mendekati rilis kebijakan, dengan fokus pada level 0.6100. Break di atas 0.6100 secara berkelanjutan diperlukan untuk memulai tren naik baru, dengan target berikutnya di 0.6150 dan 0.6200. Support kunci terlihat di 0.6000, di bawahnya berisiko menguji 0.5928 dan konvergensi 50- dan 200-hari.

Strategi perdagangan yang direkomendasikan berdasarkan analisis teknikal adalah masuk buy di sekitar level pembukaan 0.6065 dengan target 0.6200 dan stop loss di 0.6000 untuk menjaga risiko-imbalan minimal sekitar 1:1,5. Target profit berada di 0.6200 dengan stop di 0.6000 memastikan rasio risiko-imbalan yang memadai. Indikator seperti RSI 14 hari berada di atas garis tengah dan Golden Cross sedang terbentuk untuk mendukung peluang kenaikan.

Pelaku pasar juga disarankan untuk memantau rilis data ekonomi lanjutan dan komentar bank sentral AS yang dapat mempengaruhi arah NZD. Ketidakpastian terkait arah kebijakan Fed dan RBNZ dapat membuat volatilitas meningkat mendekati rilis, sehingga manajer risiko perlu menjaga ukuran posisi dan rencana keluar. Secara keseluruhan, meski sinyal teknikal menunjukkan peluang naik, kehati-hatian tetap diperlukan.

broker terbaik indonesia