RBNZ menyatakan kesiapan menahan suku bunga di 2.25% pada pertemuan kebijakan pertama tahun ini. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, menilai bahwa kebijakan saat ini cukup untuk menahan tekanan ekonomi sambil menunggu tanda-tanda pemulihan. Respons pasar terlihat pada pelemahan kiwi sekitar 0.8% terhadap dolar AS, menyiratkan reaksi yang agak negatif terhadap keputusan tersebut.
Inflasi tetap tinggi, sekitar 3.1% pada kuartal terakhir, melampaui rentang target bank sebesar 1-3%. Para pejabat RBNZ menilai tren inflasi akan menurun dalam beberapa bulan mendatang, sehingga kebijakan tidak perlu diubah segera. Hal ini memberi sinyal bahwa bank mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih lama guna memberi waktu bagi ekonomi untuk pulih.
Pasar kini memperkirakan hanya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, berbeda dengan proyeksi sebelumnya yang lebih optimistik terhadap dua kenaikan. Kami tetap waspada terhadap risiko bahwa bank sentral mungkin tidak menaikkan suku bunga sama sekali tahun ini. Jika skenario itu terwujud, reaksi NZD/USD bisa berlanjut melemah sepanjang sisa tahun ini.
Secara teknikal, pergerakan NZD terhadap USD mencerminkan tekanan pelemahan yang berkelanjutan pasca keputusan RBNZ. Para trader mencermati level resistance yang masih relevan namun sulit ditembus dalam beberapa sesi terakhir. Sisi support juga terlihat rapuh, sehingga setiap kejutan data bisa memicu pergerakan besar.
Karena pasar menilai hanya satu putaran kenaikan suku bunga di tahun ini, arah NZD lebih banyak didorong oleh dinamika inflasi dan risiko ekonomi domestik. Asumsinya, kebutuhan untuk menjaga stabilitas mata uang akan tetap menjadi prioritas kebijakan, sehingga pemangkasan ekspektasi terhadap dovish maupun hawkish cenderung berlanjut. Sinyal pasar menunjukkan kehati-hatian yang tinggi sebelum aksi konkrit dari bank sentral berikutnya.
Bagi investor, saran utama adalah menjaga manajemen risiko dan menghindari over-leverage saat volatilitas meningkat. Diversifikasi terhadap aset berpendapatan tetap atau komoditas yang tidak terlalu berkorelasi dapat membantu mengurangi paparan terhadap risiko kurs. Secara keseluruhan, dinamika kebijakan RBNZ dan laju inflasi akan menjadi kunci bagi pergerakan NZD/USD hingga akhir tahun.