Pada 18 Februari 2026, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya. Pasar uang secara luas menilai OCR akan dipertahankan di 2.25% dengan probabilitas sekitar 99%, menurut alat probabilitas suku bunga Prime Market Terminal. Menurut Cetro Trading Insight, peluang kejutan tetap rendah mengingat data yang terpantau.
RBNZ tampak menahan diri meski beberapa data menunjukkan kekuatan ekonomi. CPI NZ untuk kuartal terakhir melampaui ekspektasi, dan GDP Q3 juga lebih tinggi dari proyeksi. Sinyal ini membuat investor mempertimbangkan bahwa kebijakan netral bisa dipertahankan untuk periode mendatang.
Dalam konteks ini, para analis mencatat peran gubernur terpilih Anna Breeman yang menekankan prioritas menjaga inflasi tetap rendah dan stabil. Meskipun pidatonya pada Desember 2025 menekankan kehati-hatian, nuansa hawkish sempat muncul lalu mereda saat data menunjukkan dinamika ekonomi yang beragam. Pasar terus menilai arah kebijakan sambil menantikan pertumbuhan dan inflasi yang terkendal.
Inflasi konsumen Q4 mencapai 3.1%, melampaui target dan menambah tekanan pada kebijakan moneter. Data CPI yang lebih tinggi dari ekspektasi mendorong fokus pada bagaimana RBNZ menyeimbangkan stabilitas harga dengan pertumbuhan ekonomi. Keputusan kejernihan kebijakan dianggap sangat penting bagi sentimen pelaku pasar.
Gubernur terpilih Anna Breeman menegaskan arah kebijakan: prioritas utama adalah menjaga inflasi tetap rendah. Dalam pidato pertamanya, ia menyatakan bahwa mandat bank sentral adalah menyeimbangkan pertumbuhan dengan stabilitas harga. Reaksi pasar terhadap pernyataan tersebut beragam, tergantung bagaimana data inflasi dan output berkembang ke depan.
Meskipun CPI panas, beberapa indikator lain menunjukkan pemulihan ekonomi sedang berlangsung. Data pekerjaan dan aktivitas terkait sektor manufaktur memberi sinyal bahwa permintaan domestik tetap kuat. RBNZ diposisikan untuk mempertahankan sikap kebijakan yang seimbang sambil memantau dinamika inflasi ke depan.
Survei Reuters menunjukkan 31 ekonom memprediksi RBNZ akan mempertahankan cash rate di 2.25% pada pertemuan 18 Februari. Hasil ini meningkatkan kepastian di pasar terkait arah kebijakan. Namun, pelaku pasar tetap memantau data inflasi dan pertumbuhan terbaru untuk kemungkinan perubahan.
Pasar juga memperhitungkan kemungkinan 37.6 basis poin kenaikan suku bunga sepanjang sisa tahun ini, sesuai alat Capital Edge Rate Probability. Proyeksi ini mencerminkan kombinasi antara tekanan inflasi yang masih ada dan ekspektasi pertumbuhan. Investor menilai risiko dan peluang dengan fokus pada data-data asas ekonomi.
Secara umum, kebijakan akan tetap tergantung pada data yang masuk, dengan skenario risk-reward yang seimbang apabila tekanan inflasi menurun. Penentuan keputusan akan melihat lintasan CPI, pertumbuhan PDB, dan indikator harga lainnya. Dalam konteks ini, analisis ini disajikan untuk membantu pembaca memahami bagaimana kebijakan moneter NZ dapat mempengaruhi pergerakan NZD dan pasar global.