Menurut analisis dari Nordea, para ekonom Kjetil Olsen dan Sara Midtgaard memperkirakan Riksbank akan mempertahankan tingkat kebijakan pada 1,75% pada rapat 19 Maret dan sepanjang 2026. Revisi inflasi sejauh ini bersifat modest, sementara ketidakpastian harga energi tetap tinggi karena dinamika konflik di Timur Tengah. Risiko kebijakan telah bergeser dari dorongan pemotongan menjadi posisi yang lebih netral, sehingga fokus utama tetap pada kestabilan harga.
Ketidakpastian geopolitik memperburuk dinamika pasar dan menghalangi kepastian pemangkasan suku bunga. Meskipun revisi inflasi terlihat moderat, kebijakan tetap menitikberatkan kehati-hatian dalam mengelola tekanan harga ke depan. Bank sentral kemungkinan mengambil sikap menunda langkah-langkah kebijakan, sambil menegaskan kesiapan untuk bertindak jika kebutuhan muncul.
Dengan konflik yang berlanjut, risiko kebijakan bisa berubah secara cepat. Analisis ini menilai bahwa Riksbank kemungkinan menyampaikan sikap wait-and-see pada rapat 19 Maret, menjaga jalur suku bunga tetap di 1,75% sepanjang sebagian besar 2026. Perlu diwaspadai perubahan data inflasi dan pergeseran harga energi yang bisa mempercepat langkah kebijakan.
Revisi proyeksi inflasi CPIF sekitar 0,5 poin persentase lebih tinggi menyesuaikan gambaran bank dengan ekspektasi Desember. Meski perubahan ini relatif moderat, dampaknya terhadap persepsi pasar terkait tekanan harga di masa depan tetap relevan. Cetro Trading Insight mencatat bahwa dinamika ini mendempingi argumen untuk menjaga suku bunga tetap rendah untuk saat ini.
Ketidakpastian harga energi tetap signifikan seiring konflik di Timur Tengah berlanjut. Pergerakan harga energi dapat menambah volatilitas pada jalur inflasi dan mempengaruhi garis kebijakan ke depan. Pasar menilai bahwa risiko eksternal ini mengurangi insentif bagi bank sentral untuk memotong suku bunga dalam jangka pendek.
Kunci waktu sangat penting. Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar peluang adanya pengetatan kebijakan. Skenario dasar kami menempatkan Bank Sentral Swedia pada 1,75% untuk sebagian besar 2026, meskipun jalurnya bisa berubah jika tekanan inflasi berubah secara signifikan.
Bank menegaskan kesiapan untuk bertindak jika diperlukan, meskipun garis besar jalur kebijakan tetap konsisten dengan laporan Desember. Pernyataan ini mencerminkan pendekatan kehati-hatian yang dipicu oleh ketidakpastian harga energi dan dinamika inflasi. Analisis Cetro Trading Insight menekankan bahwa keputusan rapat 19 Maret akan dipengaruhi data inflasi dan faktor eksternal yang sedang berkembang.
Risiko bagi kebijakan kini lebih seimbang daripada peluang pemotongan. Perubahan nada dari ekspektasi pemotongan menjadi keseimbangan risiko menandai pendekatan yang lebih berhati-hati. Pasar perlu memantau petunjuk mengenai bagaimana bank membentuk jalur suku bunga jika situasi geopolitik berubah.
Implikasi untuk pasar valuta dan aset risiko relatif terbatas dalam jangka pendek. Namun jika konflik berlanjut, peluang kenaikan suku bunga bisa meningkat, meskipun jalurnya tetap pada skema jangka panjang. Pembacaan data CPIF dan dinamika harga energi akan menjadi penentu utama bagi pergerakan kebijakan berikutnya.