Romania Beralih ke Ekonomi Berbasis Produktivitas: Dampak Automatisasi dan AI pada Pertumbuhan 2026-2027

trading sekarang

Menurut analisis ekonom ING Valentin Tataru dan Stefan Posea, Romania mengalami pergeseran besar. Ekonomi yang sebelumnya didorong oleh konsumsi dan tenaga kerja kini beralih ke intensitas modal dan produktivitas. Cetro Trading Insight menilai perubahan ini sebagai bagian penting dari lanskap pertumbuhan yang lebih berfokus pada efisiensi daripada peningkatan jumlah tenaga kerja.

Mereka memperkirakan pertumbuhan PDB yang lemah pada 2026 dan pemulihan yang moderat pada 2027. Adopsi automasi dan AI diperkirakan meningkatkan output tanpa lonjakan pekerjaan secara proporsional, sehingga peluang kerja luas bisa terbatas meski produksi meningkat. Hal ini menggambarkan transisi struktural yang dipicu oleh teknologi.

Penyesuaian ini bersifat teknis maupun siklis, dan menyoroti bahwa krisis pekerjaan bisa terjadi sementara demi menjaga standar hidup melalui peningkatan produktivitas. Ke depan, dorongan untuk investasi dalam teknologi serta peningkatan kapasitas kerja dapat menahan penurunan pendapatan riil. Dengan demikian, transisi ini dianggap perlu untuk menjaga daya saing jangka panjang.

Dalam jangka pendek, penciptaan pekerjaan yang lemah dan pendapatan riil yang rendah akan tetap menjadi kendala bagi perekonomian. Investor dan rumah tangga menghadapi kenyataan bahwa peningkatan upah dan peluang kerja tidak sejalan dengan laju harga barang dan jasa. Kondisi ini membatasi permintaan domestik dan membatasi momentum pemulihan.

Saat permintaan pulih, perusahaan mungkin meningkatkan output dengan kapasitas teknologi baru alih-alih menambah tenaga kerja secara signifikan. Hasilnya, kapasitas produksi bisa tumbuh lebih cepat daripada lapangan pekerjaan, menggeser dinamika pasar tenaga kerja. Kebijakan fiskal dan upskilling mungkin diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pekerjaan.

Para analis mencatat bahwa hubungan historis antara pertumbuhan PDB dan penciptaan pekerjaan tampak melemah seiring pelaku ekonomi lebih mengandalkan otomasi. Ketahanan pekerjaan mungkin bergeser ke pekerjaan bernilai tambah tinggi yang muncul bersamaan dengan integrasi teknologi. Ini menuntut kebijakan yang menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan daya beli.

Proyeksi untuk 2026 menunjukkan pertumbuhan sekitar 0,6 persen, dengan pemulihan lebih berarti sekitar 2,8 persen pada 2027 ketika inflasi mereda, kebijakan moneter melonggar, dan proyek UE mulai terealisasi. Meski demikian, transisi ini menuntut kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas harga sekaligus peluang kerja.

Namun meskipun PDB diproyeksikan naik, penciptaan pekerjaan mungkin tidak sejalan dengan pola masa lalu. Kenaikan output per pekerja bisa mengurangi kebutuhan akan penambahan tenaga kerja secara luas. Hal ini menempatkan fokus kebijakan pada peningkatan keterampilan dan penyesuaian struktur pekerjaan.

Inti pesannya adalah perlunya transisi terencana menuju ekonomi yang lebih produktif, dengan fokus pada teknologi, peningkatan keterampilan, serta penyebaran pekerjaan bernilai tambah untuk menjaga standar hidup.

broker terbaik indonesia