Dalam langkah yang mengejutkan pasar, Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) mengumumkan rencana ekspansi ke industri pakan hewan ternak. Langkah ini menandai diversifikasi signifikan bagi produsen roti terbesar di Indonesia. Keputusan strategis ini diharapkan mampu memperkuat profil keuangan perseroan serta membangun dasar pertumbuhan jangka panjang. Cetro Trading Insight melihat inisiatif ini sebagai sinyal bahwa ROTI berupaya memanfaatkan kelebihan kapasitas produksi untuk mencapai sinergi operasional yang lebih luas.
Rencana ekspansi mencakup penambahan lini usaha dengan kode KBLI 10801, yaitu industri ransum pakan hewan. Pakan ternak yang direncanakan akan memanfaatkan sisa hasil produksi roti sebagai bahan baku utama. Kebijakan ini juga sejalan dengan tren peningkatan konsumsi protein hewani dan program-program nutrisi pendukung yang mendorong permintaan di pasar. Manajemen ROTI menegaskan bahwa inovasi ini akan disertai dukungan tenaga kerja kompeten untuk operasional produksi baru.
RUPSLB untuk persetujuan ekspansi direncanakan berlangsung pada 7 April 2026. Jika disetujui, proyek ini diharapkan mulai berjalan sesuai rencana dengan pembiayaan yang telah tersedia. Cetro Trading Insight menilai langkah ini berpotensi meningkatkan ukuran usaha dan menciptakan sinergi operasional, sambil menjaga fokus pada efisiensi melalui pemanfaatan limbah produksi roti sebagai bahan baku utama.
Feasibility Study yang dilakukan oleh KJPP Rengganis, Hamid & Rekan menilai pasar untuk tepung pakan ternak layak secara komersial. Pasar didorong oleh ekspansi ayam petelur sebagai konsekuensi program Makan Bergizi Gratis MBG. Secara finansial, proyek ini menawarkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 26,44 persen, jauh di atas parameter normal sekitar 9,76 persen. Angka IRR yang tinggi menjadi indikasi bahwa proyek memiliki potensi menghasilkan keuntungan yang substansial bagi perseroan.
Payback period proyek diperkirakan sekitar 5 tahun 7 bulan, menandakan bahwa investasi awal dapat kembali dalam jangka menengah. Analisis ini mempertimbangkan biaya pabrik pakan hewan serta operasionalnya, dengan asumsi optimasi produksi melalui pemanfaatan limbah roti. Secara keseluruhan, hasil finansial menunjukkan peluang nilai tambah yang kuat jika implementasi berjalan sesuai rencana.
Saat membahas aspek non-finansial, ROTI menekankan bahwa ekspansi ini akan meningkatkan nilai tambah bagi usaha inti melalui pemanfaatan limbah produksi roti. Dukungan tenaga ahli dan integrasi operasional yang telah ada dinilai sebagai aset penting untuk keberhasilan proyek. Berdasarkan pandangan pasar, Cetro Trading Insight menilai prospek proyek ini relatif positif jika eksekusi tepat sasaran.
Implikasi utama ekspansi ini adalah potensi peningkatan kinerja keuangan ROTI melalui efisiensi biaya serta peningkatan margin marjin akibat pemanfaatan limbah sebagai bahan baku. Sinergi antara lini roti dan pakan ternak diharapkan menurunkan biaya produksi per unit dan mempercepat payback investasi. Namun, risiko operasional tetap ada, termasuk tantangan integrasi produksi baru dengan fasilitas yang sudah ada serta kebutuhan tenaga kerja terampil yang mumpuni.
RUPSLB 7 April 2026 menjadi momen penting bagi para pemegang saham untuk mengevaluasi manfaat jangka panjang proyek. Jika disetujui, investor bisa menilai bagaimana perseroan mengalokasikan biaya modal, mengelola arus kas, serta menjaga likuiditas selama masa transisi. Cetro Trading Insight memantau perkembangan ini sebagai peluang investasi jangka menengah hingga panjang, sambil tetap memperhatikan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kapasitas produksi dan permintaan pasar.
Secara keseluruhan, ekspansi ROTI ke pakan ternak menunjukkan potensi nilai tambah bagi perseroan. Investor sebaiknya tetap waspada terhadap dinamika industri pangan, persaingan, serta volatilitas biaya bahan baku. Kunci sukses proyek ini adalah eksekusi yang konsisten, transparansi pelaporan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.