Ketidakpastian aliran dana asing terus membebani rupee pada pembukaan sesi perdagangan. FII tetap melepas saham mereka di pasar India, sehingga sentimen terhadap mata uang lokal semakin lemah. Pergerakan pertama hari ini menempatkan INR pada posisi tertekan terhadap USD.
USD/INR bergerak naik mendekati 90,70 saat rupee melemah akibat arus keluar modal. Tekanan jual dari FII dan minimnya kesepakatan perdagangan antara AS dan India menambah volatilitas di pasar ekuitas. Data NSE menunjukkan FII melepas saham senilai Rs 4.781,24 crore pada hari Rabu, memperburuk tekanan pada nilai tukar.
Di sisi data, inflasi ritel dan grosir Desember menunjukkan harga masih meningkat, tetapi analis percaya RBI tetap bisa melanjutkan sikap pelonggaran dalam beberapa waktu ke depan. IHK ritel tumbuh 1,33% secara YoY, tetap berada dalam batas toleransi RBI 2-6%. Pasar menganggap bahwa dinamika inflasi akan dijaga sambil menjaga likuiditas.
Analisis teknis menunjukkan USD/INR melonjak menuju 90,70 karena momentum bullish yang didorong oleh EMA 50-hari yang sedang naik. Harga tetap berada di atas indikator dinamis, sehingga pullback bisa dibatasi. RSI 14-hari di sekitar 58,76 mengindikasikan momentum yang relatif kuat.
Support awal berada di EMA 50 sekitar 89,9134, membuat level itu menjadi pintu bagi pergerakan bullish lanjutan. Selama pasangan ini bertahan di atas rata-rata, bias naik tetap dominan meskipun ada potensi koreksi singkat. Jika RSI mendekati zona 60-an, peluang penguatan lebih lanjut bisa meningkat.
Secara umum, DXY berada di sekitar 99,28 dan kebijakan Fed yang hawkish menjaga fokus pasar pada dolar. Pasar memantau pernyataan pejabat Fed, karena ekspektasi terkait arah kebijakan dapat memicu lonjakan volatilitas dan mempengaruhi USD/INR dalam waktu dekat.
Sinyal beli didasarkan pada pembacaan teknikal yang menunjukkan momentum bullish berlanjut. Entry sekitar 90,70 memanfaatkan dorongan EMA 50 dan RSI yang mendukung kenaikan. Target keuntungan di 93,70 dan stop loss di 89,20 memberikan rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.5 atau lebih.
Rencana manajemen risiko menekankan ukuran posisi yang proporsional terhadap paparan modal dan penggunaan trail stop jika pergerakan tetap positif. Trader juga disarankan untuk memantau rilis data AS dan komentar kebijakan Fed yang bisa mengubah arah pergerakan harga. Kondisi volatilitas dapat meningkat menjelang akhir pekan, sehingga disiplin pengelolaan risiko sangat penting.
Secara keseluruhan, peluang trading pada USD/INR terlihat menjanjikan selama momentum teknikal tetap positif dan harga tetap berada di atas EMA 50. Namun, keberhasilan strategi ini bergantung pada konfirmasi harga di atas level kunci dan dampak kebijakan moneter terhadap dolar. Investor perlu menjaga kesiapan untuk penyesuaian rencana jika pasar berubah.