Rupiah Stabil di Dekat 16.900 dengan Fokus Pasar pada BI, Fed, dan Data AS

Rupiah Stabil di Dekat 16.900 dengan Fokus Pasar pada BI, Fed, dan Data AS

Signal USD/IDRBUY
Open16898.9
TP16988
SL16860
trading sekarang

Rupiah diperdagangkan di sekitar tingkat 16.898 per dolar AS, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,13%. Pergerakan harian rupiah menunjukkan potensi kerapuhan minimal karena pasar tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan moneter global. Level 16.900 menjadi area psikologis yang menekan, meski flux dolar tidak terlalu volatil.

Dalam kerangka teknikal, rupiah masih berada mendekati batas atas rentang 52-mingguan antara 16.085 hingga 16.988, menunjukkan tekanan tukar masih relevan namun terkendali. Secara mingguan ada pelemahan tipis, sementara kinerja enam bulan dan satu tahun tetap menunjukkan tren penurunan relatif terhadap mata uang utama.

Bank Indonesia kembali menguatkan stabilisasi pasar dengan intervensi yang terkoordinasi di pasar spot dan non-delivery forward, domestik maupun offshore. Kebijakan ini sejalan dengan target inflasi 2026 dan bertujuan menjaga pergerakan rupiah tetap konsisten dengan fundamental, meski ada kekhawatiran mengenai independensi kebijakan moneter ke depan.

Kebijakan BI dan Dampak Pasar Global

Di sisi kebijakan, BI mempertahankan suku bunga acuan sambil menilai langkah-langkah stabilisasi sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas rupiah. Bank sentral menahan 7-day reverse repo di 4,75% serta menjaga tingkat fasilitas simpanan 3,75% dan pinjaman 5,50% setelah pemangkasan total 150 basis poin sejak September 2024.

Tekanan eksternal masih ketat dan dinamika global belum sepenuhnya kondusif. Membaiknya sentimen risiko global memberi ruang terbatas bagi rupiah untuk melemah lebih lanjut, meski pasar tetap menjaga kehati-hatian terkait inflasi, neraca eksternal, dan kredibilitas kebijakan moneter ke depan.

Di tengah volatilitas yang ada, kebijakan BI tetap fokus pada stabilitas jangka menengah dan kredibilitas kebijakan, dengan arah yang selaras terhadap target inflasi dan pertumbuhan. Sinyal kebijakan dipandang mendukung fondasi ekonomi meski dinamika global membawa ketidakpastian.

Dinamika Kebijakan AS dan Fokus Pasar

Di Amerika Serikat, jajak pendapat Reuters menunjukkan konsensus sekitar 58% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan 27–28 Januari, tanpa perubahan di kuartal pertama.

Sentimen global turut dipengaruhi dinamika geopolitik, termasuk pernyataan Presiden AS mengenai rencana tarif terhadap barang Eropa terkait isu Greenland dan pembahasan kerangka kerja antara AS dan NATO mengenai masa depan kawasan tersebut. Komentar Trump di Davos menyoroti arah kebijakan Eropa, fokus pada energi nuklir, serta menekankan pentingnya Greenland bagi keamanan nasional.

Pelaku pasar menanti keluaran data AS utama berikutnya, seperti Klaim Tunjangan Pengangguran, pertumbuhan PDB, dan inflasi PCE, untuk memperjelas arah ekonomi AS dan potensi perubahan kebijakan moneter di masa mendatang.

broker terbaik indonesia