Perdagangan Senin 2 Maret 2026 menampilkan kontras antara dinamika global dan gerak di bursa domestik. IHSG ditutup melemah 2,65 persen di level 8.016 dengan nilai transaksi Rp29,39 triliun, menandai hari yang penuh volatil. Sinyal pasar menunjukkan fokus investor beralih ke saham sektor energi dan migas meski indeks utama sedang menurun. Menurut Cetro Trading Insight, gejolak geopolitik dan perubahan harga minyak menjadi pendorong utama pergerakan harga saham dalam kelas ini.
Medco Energi Internasional MEDC memimpin top value dengan transaksi Rp1,78 triliun dan penutupan 15,65% lebih tinggi menjadi Rp1.995 per unit. Di belakangnya BNBR mencatat aktivitas sekitar Rp1,66 triliun dan BUMI Rp1,34 triliun, memperkaya dinamika perdagangan di sektor energi. Lonjakan lain datang dari OILS yang melambung 34,69% ke Rp264, ENRG naik 25% menjadi Rp2.200, serta pergerakan signifikan oleh RUIS, APEX, dan BBSI di kisaran 18–25%.
Di antara daftar top gainer, beberapa emiten energi tetap menjadi pusat perhatian, sementara sektor emas juga menunjukkan kekuatan di jajaran atas. Menurut analisis kami, pasar mencoba menyeimbangkan risiko antara volatilitas minyak dengan potensi manfaat dari produksi energi terbarukan dan stabilitas harga komoditas. Cetro Trading Insight menilai dukungan teknis dan fundamental berjalan seiring pada beberapa saham migas serta emiten emas, dengan polanya tercermin pada pergerakan hari ini. Array data pasar menunjukkan adanya konsentrasi minat beli pada emiten migas meskipun indeks utama melemah.
| Emiten | Perubahan | Nilai Transaksi |
|---|---|---|
| MEDC | +15,65% | Rp1,78 triliun |
| OILS | +34,69% | – |
| ENRG | +25% | – |
| RUIS | +25% | – |
| APEX | +24,04% | – |
| BBSI | +18,76% | Rp5.000 |
Sejumlah emiten emas turut menyumbang dorongan pada hari itu, dengan MDKA, BRMS, PSAB, EMAS, ANTM, dan ARCI masuk dalam deretan top gainer. Analisis kami menyoroti bahwa kombinasi antara energi dan logam mulia menciptakan dinamika unik di pasar lokal, khususnya ketika volatilitas minyak meningkat. Harga emas ini hari juga menjadi unsur yang diperhatikan para investor untuk memahami perubahan persepsi risiko secara keseluruhan. Array faktor pasar memunculkan pola konsolidasi pada beberapa saham, meski arah tren jangka pendek tetap beragam.