GBP/JPY Menguat di Tengah JPY Lemah dan Ketegangan Kebijakan BoJ-BoE

GBP/JPY Menguat di Tengah JPY Lemah dan Ketegangan Kebijakan BoJ-BoE

trading sekarang

GBP/JPY telah menguat untuk hari kedua berturut-turut di tengah melemahnya Yen secara luas. Pasangan ini menarik pembeli dan bergerak mendekati ujung atas kisaran mingguan selama sesi Asia. Meskipun demikian, minat bullish masih terbatas karena harga bergerak di bawah area sekitar 209.00 dan investor tetap berhati-hati terhadap pergerakan lebih lanjut.

Perbedaan ekspektasi kebijakan antara BoJ dan BoE menciptakan dinamika harga yang berbeda di pasar mata uang. Pasar menimbang apakah BoJ akan tetap pada jalur pengetatan atau BoE mulai mempertimbangkan pelonggaran di pertemuan mendatang. Sinyal-sinyal ini memperkuat volatilitas GBP/JPY meski arah utama belum pasti.

Investasi juga dipengaruhi oleh faktor fundamental Jepang seperti evaluasi IMF terhadap pajak konsumsi dan kebijakan stimulus. IMF memperingatkan bahwa pemotongan pajak konsumsi bisa menggerogoti ruang fiskal Jepang dan meningkatkan risiko utang. Pada saat yang sama, kabar politik dalam negeri mengenai paket stimulus dan langkah baru Takaichi menambah kompleksitas gambaran ekonomi Jepang.

Faktor kebijakan menjadi pendorong utama bagi GBP/JPY karena BoJ dinilai tetap berada pada jalur pengetatan, sementara BoE diperkirakan menghadapi tekanan untuk mempertimbangkan pelonggaran di masa mendatang. Perbedaan ini menambah dinamika risk sentiment di pasar mata uang mayor.

Pemerintah Jepang di bawah pimpinan PM Sanae Takaichi diharapkan meluncurkan kebijakan untuk meremajakan ekonomi pasca kemenangan besar dalam pemilu. Kebijakan baru ini menambah peluang stimulus dan mempengaruhi ekspektasi para trader mengenai jalur kebijakan BoJ ke depan. Investor juga memperhatikan bagaimana pertumbuhan GDP Jepang yang lemah memberi rencana tambahan untuk langkah-langkah fiskal.

Selain itu, perhatian investor tertuju pada data global seperti PMI dan CPI Jepang yang akan dirilis. IMF juga menimbang dampak kebijakan fiskal terhadap ruang fiskal dan risiko utang, sementara data pekerjaan di Inggris dan dinamika inflasi domestik menambah unsur volatilitas pada pasangan ini.

Dari sisi teknis, GBP/JPY menunjukkan pergerakan yang menyentuh ujung atas kisaran mingguan tetapi belum menunjukkan bukti kenaikan yang kuat. Pasangan ini masih ditimbang oleh ketidakpastian kebijakan serta data ekonomi yang akan dirilis. Pasar tampaknya menunggu konfirmasi arah lebih lanjut sebelum mengambil langkah besar.

Secara teknis, level support utama berada di sekitar 207.25–207.30, sementara resistance terdekat berada di kisaran 209.00. Break di bawah 100-day simple moving average menjadi sinyal penting untuk konfirmasi pelemahan lanjutan. Di sisi lain, jika tekanan bullish kembali kuat, target risiko-keuntungan akan berada di atas 209.00 dengan evaluasi ketat di area tersebut.

Dengan fokus pada rilis CPI Jepang hari Jumat dan PMI global, pelaku pasar kemungkinan akan menahan aksi yang terlalu agresif sambil menjaga manajemen risiko. Artikel ini merekomendasikan kehati-hatian karena pergerakan bisa berubah seiring sentimen pasar dan kabar kebijakan. Para trader sebaiknya menunggu konfirmasi teknikal yang jelas sebelum melakukan posisi besar.

broker terbaik indonesia