Setelah dibuka menguat, IHSG akhirnya menutup sesi I dengan koreksi di zona merah. Pergerakan hari ini memperlihatkan dinamika pasar yang berubah cepat menghadapi tekanan menuju penutupan. IHSG turun 21,15 poin atau 0,25 persen ke level 8.289,08.
Total volume transaksi mencapai 34,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16,41 triliun. Aktivitas perdagangan mencerminkan likuiditas pasar yang cukup meski arah pergerakan indeks membatasi minat investor jangka pendek. Dari sisi jumlah saham, 308 menguat, 369 melemah, dan 281 stagnan.
Di sepanjang sesi, beberapa indeks utama mencatat penurunan. LQ45 turun 0,15 persen, IDX30 melemah 0,04 persen, MNC36 melorot 0,39 persen, meski JII menguat 0,49 persen. Sektor yang menguat meliputi energi, konsumer non siklikal, infrastruktur, bahan baku, serta transportasi; sedangkan sektor yang melemah meliputi konsumer siklikal, keuangan, properti, industri, teknologi, dan kesehatan.
Di antara penghuni papan atas, saham-saham yang berhasil menghimpun keuntungan menarik perhatian pelaku pasar. PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI), PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) muncul sebagai penggerak utama pada hari ini.
Di sisi lain, saham-saham yang tergeser ke zona merah mencatat penurunan signifikan, antara lain Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM), Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), dan Hillcon Tbk (HILL). Pergerakan mereka menambah volatilitas IHSG dan menuntut perhatian ekstra dari investor ritel maupun institusional.
Analisis menunjukkan rotasi sektor yang lebih jelas: energi dan infrastruktur menguat, sedangkan keuangan serta properti menunjukkan tekanan. Investor menilai bahwa peluang di pasar saham Indonesia masih bergantung pada likuiditas global dan ekspektasi kebijakan domestik. Dalam konteks ini, Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memilih emiten dengan fundamental kuat dan potensi margin yang sehat.
Analisis teknikal dari Cetro Trading Insight menilai IHSG mampu bertahan meski penutupan di zona merah. Level support dan resistance utama sedang diuji seiring arus beli yang moderat. Volume transaksi hari ini juga relatif stabil meski tidak memuncak pada catatan tinggi.
Rotasi aliran modal menunjukkan investor masih menimbang peluang di sektor-sektor unggulan. Sinyal trading menekankan bahwa risiko terhadap peluang jangka pendek perlu dikelola dengan rasio risiko-keuntungan yang rasional; profil risiko disarankan minimal 1:1,5 untuk trading aktif. Meski demikian, jika IHSG mampu rebound, potensi penguatan bisa meluas ke area resistance berikutnya.
Platform Cetro Trading Insight mengingatkan bahwa sinyal trading untuk indeks utama tidak cukup kuat untuk rekomendasi beli atau jual saat ini. Karena IHSG diperdagangkan pada rentang sempit, pelaku pasar disarankan memantau pergerakan emiten kunci seperti KOCI serta dinamika LQ45 dan IDX30 untuk konfirmasi arah. Laporan ini disusun untuk pembaca Cetro Trading Insight agar wawasan pasar makin terarah tanpa mengabaikan risiko.