Pergerakan harga perak (XAG/USD) rebound pasca anjlok 11,5% pada sesi sebelumnya. Penurunan kemarin tampak tanpa pemicu jelas, meskipun terlihat adanya likuidasi paksa secara luas di berbagai kelas aset. Analisis dari Cetro Trading Insight menilai aliran perdagangan algoritmik dan sistematis turut memperkuat tekanan jual yang luas. Kondisi likuiditas global yang tegang memperburuk volatilitas harga.
Harga saat ini diperdagangkan sekitar 76,60 dolar AS per troy ounce pada sesi Eropa awal, menandai upaya pemulihan jangka pendek. Namun momentum kenaikan tersebut terikat oleh volatilitas yang meningkat, sehingga arah berikutnya masih rentan berubah. Para pelaku pasar juga menimbang dinamika mingguan yang bisa membatasi pergerakan, terutama jika sorotan data inflasi membentuk kejutan.
Investors menanti data inflasi AS terbaru untuk memberi isyarat terhadap kebijakan Federal Reserve. Proyeksi inflasi headline diperkirakan turun menjadi sekitar 2,5% dari 2,7%, sedangkan inflasi inti juga diperkirakan melonggar menjadi 2,5% dari 2,6%. Jika data menunjukkan pelemahan, ruang bagi bank justru untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga bisa terbuka. Sinyal pasar melalui CME FedWatch menunjukkan probabilitas mendekati 92% bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat Maret, meskipun ekspektasi untuk pemangkasan juga tetap ada pada tahun ini.
Tidak ada katalis teknis kuat yang menjelaskan penurunan Kamis lalu; volatilitas global dan likuiditas yang menurun tampak memperburuk tekanan jual di berbagai aset, termasuk perak. Kondisi ini menambah tantangan bagi trader yang mencoba menafsirkan arah jangka pendek tanpa sinyal teknikal yang jelas. Selain itu, likuiditas yang tipis meningkatkan noise harga, sehingga pergerakan satu aset bisa menggerakkan aset lainnya secara tidak proporsional.
Pasar menimbang proyeksi kebijakan Fed yang diperkirakan akan menampilkan dua pemotongan 25 basis poin pada sisa tahun ini, dengan langkah pertama kemungkinan pada Juli, bukan Juni. Skenario ini mengundang fokus pada data inflasi selanjutnya dan bagaimana dinamika tersebut mempengaruhi jalur suku bunga serta dinamika permintaan logam mulia sebagai aset safe-haven. Investor juga memperhatikan perubahan spread imbal hasil dan dinamika nilai tukar dolar terhadap mata uang utama, karena keduanya bisa memicu pergeseran permintaan terhadap perak.
Di sisi sentimen, permintaan safe-haven untuk perak melemah sejalan dengan komentar dari tokoh politik terkait negosiasi antara AS dan Iran, yang menurunkan risiko tindakan militer yang cepat. Faktor geopolitik jangka pendek ini menambah volatilitas dan mengubah preferensi investor terhadap aset safe-haven. Meski demikian, risiko geostrategis tetap di mata para trader sebagai variabel risiko yang bisa mengubah arah pasar secara tiba-tiba.
Dari sudut pandang fundamental, pasar fokus pada data inflasi AS dan bagaimana data tersebut mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan Fed. Data yang lebih lemah berpotensi memberi ruang bagi pelonggaran kebijakan, sementara angka yang lebih kuat bisa menambah tekanan pada imbal hasil obligasi dan dolar. Investor juga memantau dinamika permintaan industri dan perak sebagai komponen portofolio diversifikasi.
Untuk trader, berhati-hati terhadap volatilitas yang tinggi tetap diperlukan. Jika ada peluang perdagangan, risiko harus dikelola dengan rasio minimal 1:1,5, dengan penempatan stop loss yang ketat dan target profit realistis. Sinyal langsung belum terkonfirmasi karena data utama masih dalam perjalanan dan variasi kebijakan dapat mengubah arah secara cepat. Manajemen posisi yang disiplin menjadi kunci menghindari kerugian besar selama pergeseran volatilitas.
Kesimpulan sementara adalah arah pergerakan XAGUSD sangat bergantung pada pertemuan data inflasi AS dan narasi kebijakan Fed yang muncul dalam beberapa minggu ke depan. Cetro Trading Insight akan terus memantau dinamika tersebut dan menyediakan analisis lanjutan untuk membantu trader membuat keputusan lebih terinformasi. Media kami menekankan pentingnya memahami konteks fundamental sambil memperhatikan sinyal teknikal yang relev untuk menjaga manajemen risiko.