Tembaga Rebound Terdampar Inventori Tinggi: Analisis Pasar Komoditas Cu Global

trading sekarang

Harga tembaga rebound menuju sekitar $13,000 per ton meskipun likuiditas pasar relatif tipis karena libur Tahun Baru Imlek. Aktivitas perdagangan terlihat sangat ringan, dengan volume transaksi menurun. Dalam konteks ini, para analis menilai bahwa dinamika harga tetap rapuh dan dipengaruhi oleh pergerakan inventori.

Inventori tembaga yang diawasi di gudang LME bertambah untuk hari ke-26 berturut-turut. Gabungan stok di Shanghai, LME, dan Comex kini melewati satu juta ton, level tertinggi sejak 2003. Kondisi ini menekan sentimen pasar meskipun ada rebound harga karena suplai yang melimpah menjaga upside terbatas.

Pergerakan harga jangka pendek diperkirakan akan tetap volatil, dengan arah yang cenderung datar. Inventori tinggi menahan potensi kenaikan meskipun harga mencoba stabil. Pasar menantikan sinyal penarikan stok yang jelas atau permintaan yang lebih kuat setelah pasar Asia membuka kembali.

Latar belakang pasokan tembaga tetap berat, dengan stok yang mudah diakses meningkat di beberapa platform perdagangan utama. Kondisi itu menambah beban pada upaya perbaikan harga dan menahan momentum. Analis menyoroti aliran pasokan yang berat sebagai faktor penekan utama harga.

Data gabungan stok di Shanghai, LME, dan Comex telah mencapai lebih dari satu juta ton, tertinggi sejak 2003. Angka ini menunjukkan tekanan fundamental yang menjaga harga tetap tertekan meskipun ada pembalikan kecil. Para pelaku pasar tetap waspada terhadap sinyal permintaan yang nyata di masa mendatang.

Untuk kenaikan lebih lanjut, diperlukan tanda-tanda drawdown stok yang jelas atau permintaan yang lebih kuat ketika pasar Asia sepenuhnya pulih. Tanpa itu, proyeksi harga cenderung datar dengan risiko volatilitas berkelanjutan. Investor disarankan memantau data inventori secara periodik.

Analisis teknikal menunjukkan pola pergerakan tembaga yang sulit menembus resistensi tanpa sinyal inventori turun. Kondisi pasar cenderung volatil dan arah harga masih ditentukan oleh perubahan stok. Dengan demikian, potensi pergerakan ke arah atas terbatas dalam jangka pendek.

Dukungan bisa muncul jika data inventori menunjukkan penurunan signifikan atau jika permintaan industri meningkat sebagai respons terhadap pemulihan ekonomi Asia. Dalam skenario itu, tembaga bisa mencoba menembus level harga yang lebih tinggi. Namun, tanpa konfirmasi tersebut, prospeknya tetap rapuh dan rentan terhadap sentimen global.

Menurut Cetro Trading Insight, pasar memerlukan sinyal yang lebih jelas untuk memberikan rekomendasi trading. Jika kondisi berubah, artikel ini akan menyesuaikan rekomendasi sejalan dengan evaluasi inventori dan permintaan nyata. Sampai saat itu, pendekatan berhati-hati dianjurkan bagi investor dan trader.

broker terbaik indonesia