Risalah Fed Hawks: Wall Street Melemah Setelah Sinyal Kebijakan Ketat, Investor Fokus pada AI dan Inflasi

Risalah Fed Hawks: Wall Street Melemah Setelah Sinyal Kebijakan Ketat, Investor Fokus pada AI dan Inflasi

trading sekarang

Pasar saham AS menampilkan respons yang bersemangat namun terkontrol sejak perdagangan dibuka. Jelang sesi hari itu, risalah pertemuan The Fed mengungkap nada yang lebih hawkish dari ekspektasi, mengangkat kekhawatiran atas langkah kebijakan di masa mendatang. Cetro Trading Insight mencatat bahwa perubahan bahasa ini menambah ketidakpastian, meskipun beberapa saham teknologi mencoba mempertahankan momentum.

Indeks utama meluncur mengikuti arus berita dengan angka-angka yang jelas. S&P 500 turun 0,3 persen ke level 6.860,28. Indeks NASDAQ Composite melemah 0,4 persen ke 22.660,59. Dow Jones Industrial Average juga terjerembab sekitar 0,4 persen ke 49.484,00. Sinyal ini menegaskan bahwa pasar mencoba menilai sinyal-sinyal kebijakan terhadap prospek inflasi dan sikap bank sentral.

Pergerakan pasar memantapkan gambaran volatilitas yang mungkin bertahan di jangka pendek. Investor menilai apakah pertemuan kebijakan akan memicu rebalancing portofolio di kalangan hedge fund dan investor institusional. Dalam konteks ini, Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memperhatikan dinamika pelaku pasar yang menimbang risiko dan peluang di sektor teknologi serta diseluruh indeks utama.

Rilis risalah menunjukkan hampir seluruh anggota FOMC sepakat mempertahankan suku bunga saat ini, sebuah konsensus yang menambah ketenangan jangka pendek bagi likuiditas pasar. Namun perbedaan pendapat muncul terkait arah kebijakan setelahnya, dengan beberapa pejabat menyatakan kesiapan menaikkan suku bunga jika inflasi tetap berada di atas target 2 persen. Nuansa ini menggambarkan pasar yang siap menghadapi dua arah kebijakan, meski belum ada penentuan waktu yang pasti.

Analis macro Deutsche Bank, Jim Reid, menilai bahasa risalah membuka peluang langkah dua arah terhadap sikap kebijakan, walau belum menunjukkan langkah konkret. Pasar merespons dengan menimbang potensi kenaikan atau penahanan suku bunga di beberapa pertemuan mendatang. Sambil itu, pelaku pasar juga memantau bagaimana dinamika AI dapat mempengaruhi inflasi melalui peningkatan produktivitas atau tekanan biaya.

Data ekonomi Amerika pada Desember memperlihatkan defisit neraca perdagangan melebar menjadi USD70,3 miliar, dengan defisit tahunan 2025 mencapai USD901,5 miliar. Angka-angka tersebut menambah tekanan pada ekspektasi inflasi dan dinamika biaya produksi di era pertumbuhan digital. Secara umum, para analis menyarankan investor untuk mengkaji ulang eksposur portofolio seiring pasar menilai keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas harga.

Sektor ritel menarik perhatian setelah Walmart melaporkan kinerja kuartal yang melampaui ekspektasi laba dan pendapatan, didorong oleh lonjakan permintaan dan efisiensi operasional. Perusahaan juga mengumumkan program pembelian kembali saham senilai USD30 miliar, sebuah sinyal positif terhadap arah laba dan keberlanjutan arus kas. Meskipun begitu, proyeksi laba untuk kuartal berjalan dan fiskal 2027 berada di bawah konsensus analis, sehingga nada optimisme tetap berhati-hati.

Di sisi tenaga kerja, klaim tunjangan pengangguran turun menjadi 206 ribu, lebih rendah dari ekspektasi 223 ribu, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang relatif solid. Data ini menambah fondasi bagi argumen bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan meskipun ada tekanan harga. Investor menilai bagaimana momentum tenaga kerja mempengaruhi pergerakan saham ritel dan sektor terkait lainnya.

Di tengah laporan korporasi dan pergeseran kebijakan, fokus investor beralih pada potensi dampak AI dan dinamika perdagangan internasional terhadap perusahaan-perusahaan konsumen besar. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara eksposur pertumbuhan dan perlindungan terhadap volatilitas pasar. Investor disarankan tetap waspada terhadap perubahan kebijakan dan sinyal pasar yang bisa mengubah arah tren dalam beberapa pekan ke depan.

broker terbaik indonesia