BRIDS Optimistis 2026: Pertumbuhan Ekonomi 5,1–5,3%, Liga BRIGHTS Dorong Investasi Ritel

BRIDS Optimistis 2026: Pertumbuhan Ekonomi 5,1–5,3%, Liga BRIGHTS Dorong Investasi Ritel

trading sekarang

Di tengah dinamika global yang penuh gejolak, ekonomi Indonesia menunjukkan potensi yang semakin kuat. BRIDS memproyeksikan pertumbuhan nasional berada di kisaran 5,1% hingga 5,3% hingga akhir 2026, didorong oleh konsumsi domestik, investasi, dan likuiditas yang memadai. Cetro Trading Insight menilai momentum ini sebagai fondasi penting bagi langkah-langkah investasi di pasar domestik. Namun, tetap diperlukan kehati-hatian terhadap risiko geopolitik dan perubahan kebijakan global.

Data terbaru menunjukkan perekonomian didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan likuiditas yang memadai. M2 tumbuh sekitar 9,6% seiring kredit yang mulai ekspansif, menandakan aliran likuiditas yang mendukung aktivitas ekonomi. Penurunan suku bunga global yang relatif moderat membuka peluang arus modal masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Helmy Kristanto, Chief Economist, Macro Strategist & Debt Research Division Head BRIDS menyatakan optimisme ini sejalan dengan stabilitas domestik.

Untuk memanfaatkan momentum, BRIDS meluncurkan Liga BRIGHTS 2026, program investasi nasional berbasis aplikasi BRIGHTS. Tujuannya adalah mendorong partisipasi investor ritel domestik secara berkelanjutan melalui investasi pada saham, reksa dana, dan obligasi. Fasilitas ini dirancang agar proses investasi lebih terstruktur, rutin, dan terencana, sesuai saran agar konsistensi transaksi meningkat. Cetro Trading Insight menilai inisiatif ini penting untuk menggugah kesadaran investasi jangka panjang.

Strategi utama yang disorot adalah kombinasi antara saham dan obligasi sebagai penyeimbang portofolio. Arah suku bunga global cenderung lebih stabil, sementara kebijakan moneter domestik tetap akomodatif, membuka peluang bagi instrumen fixed income untuk tetap menarik. Kondisi ini memberi peluang bagi investor membangun fondasi portofolio yang tahan banting tanpa mengorbankan potensi pertumbuhan saham. Dalam pandangan para analis, disiplin dan pemilihan aset yang tepat akan menjadi kunci hasil yang konsisten.

Daya beli rumah tangga yang membaik, likuiditas yang longgar, dan peningkatan aktivitas usaha membuat peluang di pasar modal semakin nyata. Investor domestik didorong meningkatkan jumlah transaksi secara berkelanjutan, sehingga likuiditas pasar modal menjadi lebih dalam dan stabil. BRIDS menilai bahwa saham berpotensi tumbuh seiring membaiknya fundamental emiten, didukung oleh stabilitas fiskal dan reformasi struktural. Dorongan ini memicu minat pada kombinasi saham dan instrumen pendapatan tetap sebagai strategi sukses.

Selain itu, kebijakan moneter domestik yang akomodatif dan arah suku bunga global yang lebih stabil membuka ruang bagi instrumen fixed income untuk menjadi penyeimbang portofolio jangka panjang. Liga BRIGHTS 2026 dianggap sebagai inisiatif digital yang mempercepat adopsi investasi ritel secara luas. BRIDS menekankan bahwa program ini tidak sekadar meningkatkan frekuensi transaksi, melainkan menumbuhkan kebiasaan investasi jangka panjang yang lebih terukur.

Inisiatif BRIDS dan Peran Investor Ritel dalam Ekosistem Pasar

BRIDS meluncurkan Liga BRIGHTS 2026, program aktivasi investasi berbasis aplikasi BRIGHTS dengan total hadiah bernilai miliaran rupiah. Program ini dirancang untuk mendorong investasi rutin pada saham, reksa dana, dan obligasi sepanjang 2026. Melalui pendekatan digital yang terintegrasi, BRIDS berharap investor ritel domestik bisa berinvestasi secara lebih konsisten dan terencana.

Fifi Virgantria, Plt Direktur Utama BRIDS, menekankan bahwa keterlibatan investor domestik menjadi fondasi utama bagi penguatan pasar. Dengan partisipasi lebih luas, likuiditas domestik diharapkan meningkat secara berkelanjutan dan volatilitas dapat dikelola melalui diversifikasi aset. Pendekatan ini juga memicu kebiasaan menabung dan berinvestasi secara disiplin di kalangan investor ritel.

Ekosistem BRIGHTS diharapkan berkontribusi pada pertumbuhan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan. Kombinasi antara saham dan obligasi tetap relevan di 2026, sejalan dengan pendorong likuiditas dan daya beli. Dengan dukungan kebijakan makro yang stabil serta peningkatan partisipasi investor domestik, ekosistem investasi Indonesia memiliki potensi kedalaman pasar yang lebih kuat.

broker terbaik indonesia