Peneliti di TD Securities, Daniel Ghali, menyoroti bahwa pasokan tembaga semakin bergantung pada inventori yang terlihat di bursa. Analisisnya menunjukkan bahwa stok off exchange mulai menipis, sehingga pasar harus mengandalkan gudang bursa sebagai sumber penyangga. Hal ini menandai perubahan besar dalam cara pasokan tembaga dikelola dan dipantau oleh pelaku pasar.
Pada akhir 2023, stok bursa hanya mewakili sekitar lima persen dari logam tembaga yang berada di atas tanah. Sekarang sekitar sepertiga dari stok tersebut terlihat berada di bursa, meningkatkan visibilitas pasokan yang tersedia untuk pasar. Perubahan ini meningkatkan kekhawatiran bahwa kejutan pasokan bisa langsung mempengaruhi harga tanpa buffer off exchange yang memadai.
Selebihnya yaitu sekitar 67 persen tembaga sekarang banyak terikat oleh beberapa faktor penting. China Strategic Reserve Bureau menjadi salah satu pengaruh utama, disusul tingkat persediaan kerja minimum, serta inventori yang terkurung di wilayah darat AS. Kondisi encumbrance ini berarti pasokan bebas yang sebelumnya menjadi andalan pasar menjadi semakin terbatas, meningkatkan risiko kekurangan pasokan jika permintaan tetap kuat.
Pengetatan pasokan global akibat defisit makin jelas bagi pelaku pasar. Inventori bebas beban yang menipis akan mendorong aliran tembaga keluar dari wilayah non terlihat dan masuk ke pasar yang lebih rapat. Akibatnya, dinamika permintaan dan penawaran bisa bergerak lebih cepat, memicu volatilitas harga yang lebih besar.
Historisnya, gudang bursa berfungsi sebagai tempat terakhir untuk menutupi kekurangan pasokan. Namun proporsi stok yang terlihat kini melonjak menjadi sekitar sepertiga, sehingga kemampuan buffer off exchange menurun. Kondisi ini meningkatkan sensitivitas harga terhadap perubahan inventori dan laporan pasokan mingguan.
Ketika defisit global berlanjut, tekanan kenaikan harga bisa menjadi nyata jika permintaan tetap kuat. Pasar juga menghadapi risiko bahwa gangguan rantai pasokan atau pembatasan rilis cadangan utama akan mempercepat pergerakan menuju level harga yang lebih tinggi. Investor perlu memantau pembaruan data inventori untuk mengukur laju perbaikan pasokan dan arah pasar.
Secara umum, gambaran fundamental mendukung pandangan bahwa tembaga memiliki peluang menguat dalam jangka pendek hingga menengah. Defisit yang semakin nyata menciptakan peluang bagi pembeli untuk menuntut harga yang lebih tinggi seiring pasokan menipis. Para pelaku pasar sebaiknya menimbang skenario bullish yang didorong oleh perubahan akses terhadap stok terlihat di bursa.
Dari sisi teknikal, analisis tetap diperlukan untuk memahami dinamika pergerakan harga. Trader disarankan memperhatikan level support dan resistance serta pola chart yang mungkin muncul karena perubahan inventori. Selain itu, volatilitas terkait berita inventori dan perubahan kebijakan cadangan utama dapat memicu kejutan harga singkat.
Sinyal perdagangan yang diusulkan adalah beli pada pasangan XCUUSD dengan open sekitar 9700, target 10150, dan stop loss di 9400. Perkiraan risiko terhadap imbalan sekitar 1 banding 1,5 membuat posisi ini sejalan dengan standar manajemen risiko. Pelaku pasar perlu menyertakan penilaian likuiditas, biaya transaksi, dan potensi perubahan kebijakan fiskal maupun moneter yang bisa membentuk arah pasar.