Baru-baru ini analisis dari Barbara Lambrecht di Commerzbank menunjukkan bahwa tembaga berada di zona tekanan jangka pendek karena peningkatan persediaan di bursa global serta volatilitas logam secara luas. Meski ada tekanan harga dalam beberapa pekan terakhir, pandangan jangka panjang tetap konstruktif karena faktor fundamental yang mendasari permintaan tetap solid. Dengan demikian, bias pasar cenderung berada pada fase koreksi daripada perubahan arah secara menyeluruh.
Di sisi permintaan, ekspansi jaringan infrastruktur dan energi di Tiongkok menjadi pendorong utama. Belanja modal untuk ekspansi jaringan di negara tersebut meningkat tajam, menandakan bahwa proyek-proyek besar akan terus menggerakkan penggunaan tembaga baik untuk konduktor maupun material konstruksi. Meski ada hambatan sementara, dinamika ini memperkuat argumen bahwa permintaan tembaga akan bertahan secara berkelanjutan.
Secara struktural, beberapa faktor menahan tekanan pasar. Pertama, perusahaan energi Tiongkok yang bertanggung jawab atas ekspansi jaringan melaporkan lonjakan belanja modal Januari sebesar 35 persen year-on-year, menegaskan dorongan investasi infrastruktur. Kedua, Asosiasi Industri Logam Nonferrous Tiongkok memperkirakan produksi tumbuh sekitar 5 persen pada tahun ini, turun dari 10 persen sebelumnya, sambil kembali menyerukan peningkatan cadangan tembaga untuk menjaga stabilitas pasokan.
Implikasi dari ekspansi jaringan energi di Tiongkok adalah permintaan tembaga yang lebih kuat ke depan. Kegiatan infrastruktur menghasilkan kebutuhan konduktor, kabel, dan material terkait yang pada akhirnya mendorong konsumsi tembaga secara nasional maupun global. Dengan dukungan tersebut, proyeksi permintaan terlihat beralasan meski volatilitas harga masih ada.
Proyeksi produksi logam nonferrous di China diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen tahun ini, menandai pertumbuhan yang moderat meski lebih rendah dibanding sebelumnya. Organisasi industri juga menyerukan peningkatan cadangan tembaga untuk menambah keamanan pasokan, sehingga sentimen pasar kebijakan cadangan tetap relevan bagi prospek harga jangka menengah.
Sebagai catatan, secara keseluruhan dinamika permintaan jangka pendek banyak dipengaruhi oleh inventori dan harga di pasar logam mulia, tetapi dukungan dari investasi infrastruktur China dan langkah kebijakan cadangan menjaga fondasi permintaan tetap kuat. Dalam pandangan Cetro Trading Insight, prospek jangka panjang tetap positif selama faktor-faktor struktural seperti pertumbuhan industri dan kebijakan cadangan sejalan dengan upaya stabilisasi pasokan.