Menurut laporan Cetro Trading Insight yang merangkum analisa MUFG, dinamika politik lokal Thailand sedang memberikan dukungan bagi mata uang Baht. Michael Wan dari MUFG menyoroti kemajuan politik yang dihasilkan oleh dinamika pemilihan umum. Peta koalisi dan stabilitas yang lebih jelas diharapkan dapat menenangkan tekanan politik, sehingga THB terlihat lebih kuat dalam jangka pendek. Faktor-faktor ini mencakup kepercayaan pasar terhadap kemampuan pemerintah untuk menjalankan kebijakan tanpa gangguan signifikan. Secara keseluruhan, komentar MUFG menempatkan THB pada jalur yang lebih kuat dalam beberapa bulan mendatang.
Hasil pemilu menunjukkan peningkatan performa Partai Bhumjaithai yang masuk ke angka signifikan, menjangkau kursi penting di parlemen. Hal ini membuat pandangan tentang stabilitas politik relatif lebih positif dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Pasar menafsirkan hasil tersebut sebagai sinyal bahwa koalisi dapat dibentuk tanpa gangguan besar, meski proses pembentukan koalisi masih berjalan. Ketidakpastian politik biasanya menambah volatilitas, tetapi pembaruan ini menambah pijakan bagi penguatan THB di dekat masa depan. Para analis menilai bahwa risiko politik yang menurun dapat berkontribusi pada aliran modal menuju mata uang lokal.
Selain faktor domestik, dukungan regional terhadap mata uang Asia juga berperan dalam pergerakan THB. Penurunan nilai dolar AS secara umum membantu mata uang regional untuk menguat, dan THB tidak terkecuali. MUFG menyatakan bahwa apresiasi THB dalam jangka pendek terasa wajar seiring suasana risk-on yang didorong oleh dolar yang lebih lemah. Meskipun demikian, para pemangku kepentingan menekankan bahwa perubahan koalisi dan dinamika politik masih dapat memicu variasi sesaat. Perspektif ini mencerminkan gambaran makro yang lebih luas tentang stabilitas politik dan aliran modal di kawasan.
Di tingkat regional, iklim likuiditas dan aliran modal juga memainkan peran penting terhadap pergerakan mata uang, khususnya THB. Para pelaku pasar memperhatikan bahwa pelemahan dolar AS memperkuat daya tarik mata uang Asia dalam beberapa bulan terakhir. Analisis dari bank-bank besar menempatkan THB sebagai salah satu mata uang yang mendapat dukungan karena faktor politik domestik yang relatif stabil. Bank-bank sentral regional juga menambah bobot pada narasi bahwa likuiditas akan tetap mendukung koreksi yang moderat terhadap nilai tukar. Hal-hal ini menambah keyakinan bahwa THB bisa menjaga tren penguatan jangka pendek meski dinamika koalisi masih berubah.
Namun, para pengamat menekankan bahwa faktor politik jangka panjang tetap menjadi pembatas kenaikan THB. Pembentukan koalisi yang lebih kuat dan kebijakan yang jelas akan lebih menentukan arah mata uang dalam beberapa kuartal ke depan. Dalam konteks ini, faktor eksternal seperti arah kebijakan ekonomi global dan dinamika perdagangan regional juga berperan. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau rencana fiskal dan reformasi kebijakan untuk menilai keberlanjutan penguatan THB. Analisis ini menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang muncul dari perubahan politik nasional.
Secara keseluruhan, prospek THB tampak cerah dalam kerangka jangka pendek berkat sinyal stabilitas politik dan dukungan dolar AS yang melemah secara regional. Namun, investor disarankan untuk mempertimbangkan skenario koalisi yang berbeda dan potensi langkah kebijakan yang beragam. Dengan demikian, arah mata uang akan dipengaruhi oleh bagaimana pemerintah Thailand mengelola fiturnya dan bagaimana reaksi pasar terhadap risiko politik. Secara profesional, para analis melihat bahwa THB memiliki ruang untuk penguatan lebih lanjut selama faktor-faktor kunci tetap mengarah pada stabilitas politik. Artikel ini disusun sebagai analisis pasar oleh Cetro Trading Insight, dengan bantuan alat AI dalam tahap penyusunan dan tinjauan editorial.