USD/CAD menunjukkan tekanan naik karena permintaan perlindungan aset di tengah eskalasi konflik antara AS dan Iran. Pada saat ini, pasangan diperdagangkan sekitar 1.3680, naik sekitar 0,30 persen. Sentimen risk-off mendorong dolar AS menguat dan membuat CAD lebih ringan sebagai mata uang yang sensitif terhadap risiko.
Kejadian akhir pekan ketika serangan US-Israel terhadap Iran memicu respons militer Iran meningkatkan kekhawatiran gejolak kawasan. Penambahan risiko geopolitik ini menyiratkan premi risiko pada harga minyak dan memperkuat permintaan terhadap dolar.
Selain itu, para pelaku pasar tetap memantau dinamika supply melalui Hormuz serta data tenaga kerja AS yang akan dirilis. Sinyal PMI manufaktur di Kanada dan AS menunjukkan aktivitas yang masih dalam wilayah ekspansi, meskipun ada variasi tekanan input harga dan pesanan baru. Perhatikan data pekerjaan AS yang dijadwalkan dirilis minggu ini karena potensi pergeseran arah dolar.
Harga minyak melonjak lebih dari 5% karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. CAD, sebagai mata uang komoditas, sangat sensitif terhadap pergerakan minyak mentah karena kinerja ekspor Kanada terkait pasokan energi.
WTI sempat mendekati level sekitar $73 sebelum mereda, dan saat ini diperdagangkan di sekitar $70.89 per barel. Pemulihan harga minyak mendukung nilai CAD meskipun pasar melakukan penyesuaian terhadap risiko geopolitik secara umum.
Penjualan yang tidak terduga di pasar minyak dapat memperpanjang tekanan pada CAD jika produksi di wilayah penghasil utama terganggu. Namun, kebutuhan akan tahanan pasar minyak menambah risiko premi pada mata uang terkait minyak dan menghadirkan volatilitas untuk USD/CAD dalam jangka pendek.
Fokus utama pasar minggu ini adalah data tenaga kerja AS, termasuk ADP Employment Change pada hari Rabu, klaim pekerjaan awal pada hari Kamis, dan laporan Nonfarm Payrolls pada hari Jumat. Data ini menjadi penentu arah bagi dolar AS dan pasangan dengan CAD. Pasar menantikan sinyal yang jelas tentang kesehatan tenaga kerja dan momentum upah.
ISM Manufacturing PMI menunjukkan ekspansi dengan tekanan harga naik hingga 70.5 pada beberapa indikator; meskipun Manufacturing Employment Index dan New Orders Index menunjukkan dinamika yang berbeda, data ini tetap memicu reaksi di pasar valuta asing.
Dengan ekspektasi bahwa data tenaga kerja AS bisa mengejutkan pasar, investor akan menimbang peluang untuk mengubah posisi mereka pada pasangan USD/CAD. Jika data menunjukkan kekuatan, USD bisa menguat lebih lanjut; jika data menunjukkan pelemahan, dinamika risiko dapat memicu pergerakan korektif pada CAD serta peluang bagi pembalikan arah dolar.