
USD/CAD menunjukkan bias positif untuk hari ketiga berturut-turut, tetapi minat bullish belum terlihat kuat. Ketegangan geopolitik yang meningkat dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve mendukung dolar AS serta harga spot minyak, sehingga USD menguat relatif terhadap CAD. Media kami, Cetro Trading Insight, menilai dinamika ini sebagai bias yang perlu konfirmasi lebih lanjut.
Harga minyak yang lebih tinggi memberikan dukungan tidak langsung pada CAD karena hubungan antara minyak mentah dan mata uang komoditas cukup kuat. Meski ada tekanan ke atas pada dolar, para pelaku pasar tetap waspada dan menghindari pembelian agresif hingga ada bukti momentum yang lebih jelas. Kondisi ini mencerminkan kombinasi faktor fundamental yang saling menunggu sebelum arah jelas ditentukan.
Data pekerjaan AS untuk Maret menunjukkan tambahan 178 ribu pekerjaan, membalik tren bulan sebelumnya, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen. Sentimen inflasi yang masih tinggi akibat lonjakan harga minyak menambah tekanan pada kebijakan moneter, memperkuat opini bahwa Fed kemungkinan tetap pada jalur kenaikan suku bunga. Secara keseluruhan, faktor-faktor ini menjaga USD solid sebagai mata uang cadangan tanpa memberi dorongan kuat untuk lonjakan besar pada pasangan USD/CAD.
Saat ini USD/CAD diperdagangkan mendekati level 1.3900, tepat di bawah rentang mid-1.3900-an selama sesi Asia. Kondisi ini menandai area teknikal penting yang jadi fokus para trader karena berada dekat dengan bagian atas kisaran perdagangan satu bulan terakhir.
Pembentukan tren naik akan membutuhkan penembusan jelas di atas 1.3900 atau level tertinggi tahun ini untuk melanjutkan pergerakan positif sejak kisaran sekitar 1.3525 tahun lalu. Tanpa sinyal teknikal tersebut, volatilitas bisa berlanjut tanpa arah yang tegas sehingga trader disarankan menunda aksi besar hingga konfirmasi muncul.
Faktor eksternal seperti ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan dinamika harga minyak tetap mewarnai arah pergerakan pasangan. Investor disarankan untuk tetap fokus pada perkembangan kebijakan moneter dan berita geopolitik yang bisa mengubah sentimen pasar dalam waktu dekat.