Disampaikan oleh Cetro Trading Insight
USD/CAD menanjak untuk hari kelima berturut-turut seiring data inflasi Kanada yang lebih lemah dari ekspektasi. CPI Januari menunjukkan laju inflasi tahunan 2.3%, lebih rendah dari perkiraan 2.4%, dengan laju bulanan 0.0% yang menandakan perlambatan harga. Kondisi ini menambah bukti bahwa tekanan harga melunak dan menegaskan bahwa BoC cenderung menahan kebijakan suku bunga dalam waktu dekat sambil menjaga inflasi dekat target 2%.
Di sisi lain, dolar AS menguat secara umum didorong data ekonomi AS yang lebih kuat. Indeks DXY bergerak lebih tinggi mendekati kisaran 97.3, didorong oleh pembacaan data manufaktur dan belanja tenaga kerja yang lebih solid. Kebijakan moneter AS yang lebih hawkish dibanding ekspektasi pasar meningkatkan daya dukung bagi USD terhadap pasangan mata uang berpasangan porosnya.
Harga minyak juga memberi tekanan tambahan terhadap CAD karena Kanada adalah eksportir minyak utama. WTI berada di sekitar $62.35 per barel, turun sekitar 1.95% di sesi tersebut. Progres negosiasi antara AS dan Iran terkait program nuklir juga menambah volatilitas pada pasar komoditas minyak dan memikul dampak pada sentimen perdagangan CAD.
Minyak sebagai faktor utama bagi CAD mempengaruhi prospek mata uang yang terkait dengan komoditas. Pergerakan WTI turun karena adanya kemajuan prinsip negosiasi antara Iran dan pihak berwenang AS, meskipun keadaan pasar minyak tetap berisiko. Kondisi ini menguatkan tekanan terhadap volatilitas CAD karena ekspor minyak Kanada menjadi bagian penting dari ekonominya.
BoC dan sinyal inflasi inti menunjukkan momentum yang berbeda. BoC Core CPI naik 0.2% secara bulanan pada Januari, sementara angka tahunan turun menjadi 2.6%. Data ini menambah kejernihan bagi pasar bahwa kebijakan Bank Sentral Kanada akan tetap berada pada jalur yang berhati-hati sambil menilai risiko inflasi terhadap target.
Ekspektasi kebijakan jangka pendek memperkuat pandangan pasar bahwa BoC tidak akan tergesa-gesa menaikkan atau menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, seiring data inflasi inti yang relatif stabil. Proyeksi Inflasi dalam Monetary Policy Report juga menunjukkan penurunan kecil pada CPI rata-rata 2026 menjadi 2.0% dan sedikit lebih rendah di 2027 pada 2.1%, menambah konteks bagi jalur kebijakan.
Fokus beralih ke detail kebijakan AS dengan adanya rilis FOMC Minutes pada minggu ini, diikuti Core PCE Price Index serta estimasi PDB Q4. Data ini berpotensi mengubah persepsi pasar mengenai kapan Fed akan memangkas suku bunga. Data tenaga kerja yang lebih kuat menurunkan peluang pemotongan segera, meskipun lonjakan inflasi yang terkendali mendukung irama pelonggaran kebijakan nanti.
Prospek untuk pasangan USD/CAD tetap mengarah pada bias bullish jika data AS tetap kuat, sedangkan ketidakpastian mengenai dinamika minyak dan data inflasi Kanada dapat menambah volatilitas. Pedagang disarankan memperhatikan level support sekitar 1.3600 dan resistance sekitar 1.3800 untuk mengatur strategi trading yang terukur.
Strategi perdagangan yang dianjurkan menekankan peluang membeli USD/CAD dengan risiko terbatas. Karena risk-reward minimal 1:1.5, target profit bisa ditempatkan pada sekitar 1.3776 hingga 1.3850, dengan stop loss di sekitar 1.3609 untuk menjaga batas kerugian yang proporsional terhadap potensi keuntungan.