USD/CAD dilaporkan melemah pada awal perdagangan Asia, didorong oleh pembalikan arah CAD yang lebih kuat. Titik fokus pasar adalah perbaikan harga minyak, karena Kanada merupakan pengekspor minyak mentah utama ke Amerika Serikat. Keterkaitan antara minyak dan CAD membuat tekanan pada dolar AS meningkat ketika arus perdagangan menyambut optimisme atas pasokan energi.
Pergerakan minyak dipetakan di sekitar level tertentu karena meningkatnya ketegangan geopolitik terkait negosiasi nuklir antara AS dan Iran. WTI diperdagangkan mendekati US$65.60 per barel, catatan yang menjaga sentimen pasar tetap dua arah. Ketidakpastian kebijakan selama beberapa waktu membuat dolar AS rentan terhadap perubahan risiko, sehingga pair USD/CAD cenderung mengikuti arah minyak.
Para pelaku pasar juga memperhatikan dinamika data ekonomi yang akan datang, termasuk indeks harga produsen (PPI) AS. Data PPI yang lebih lemah bisa menghadirkan peluang untuk tekanan ke bawah pada dolar. Namun para analis menekankan bahwa gejolak geopolitik dan risiko pasar tetap menjadi faktor penentu arah jangka pendek.
Rangkaian pergerakan minyak tetap menjadi penentu utama arah pasangan mata uang yang melibatkan CAD. Kenaikan harga minyak menambah dukungan bagi CAD karena meningkatnya ekspektasi ekspor energi Kanada ke AS. Pasar menilai bahwa volatilitas minyak bisa menakar kemampuan CAD untuk mempertahankan imbal hasil yang lebih menarik meski dolar mendapat tekanan.
Meski demikian beberapa faktor geopolitik membentuk pandangan jangka pendek. Tensi antara Washington dan Tehran menambah kekhawatiran suplai minyak dunia, meskipun ada upaya kelanjutan negosiasi. Kondisi ini membuat investor menimbang risiko terhadap USD dan memengelola ekspektasi untuk pergerakan pasangan USD/CAD.
Secara teknikal, korelasi negatif antara minyak dan nilai tukar CAD sering terlihat jelas pada grafik intraday. Ketika minyak menguat, CAD mendapat titik input positif sementara USD mengalami tekanan. Pelaku pasar tetap waspada karena berita geopolitik bisa mengubah sentimen dengan cepat.
Rencana tarif AS menjadi perhatian utama bagi pasar karena potensi dampaknya terhadap perdagangan dan dolar. Donald Trump mengumumkan rencana mengenakan tarif 15% pada impor secara luas setelah mahkamah agung membatalkan skema tarif timbal baliknya. Ketentuan tersebut menambah ketidakpastian kebijakan yang mewarnai pergerakan USD.
Pelaku pasar menjelang data PPI Januari, yang diproyeksikan menunjukkan inflasi grosir melambat menjadi 0,3% mom, turun dari 0,5% pada bulan sebelumnya. Data ini menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan Federal Reserve dalam waktu dekat. Investor menilai apakah kebijakan moneter akan menjaga dinamika yield dan volatilitas di pasar valas.
Berdasarkan dinamika saat ini, potensi pergerakan USD/CAD mengarah ke sisi turun jika minyak tetap kuat dan kebijakan AS tetap penuh ketidakpastian. Gunakan level take profit sekitar 1.3500 untuk mendapatkan rasio risiko-keuntangan yang memadai. Stop loss ditempatkan di 1.3700, memastikan risiko tetap terkendali dan menjaga peluang pergerakan turun. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.