USD/CHF diperdagangkan sekitar 0.7730 pada Jumat, turun sekitar 0.21% dibandingkan sesi sebelumnya. CHF masih menjadi aset perlindungan karena ketegangan geopolitik yang berlanjut, terutama di kawasan Timur Tengah, sehingga pelaku pasar cenderung menghindari risiko.
Dolar AS berupaya mempertahankan reboundnya, namun kenyataan perdagangan global yang masih penuh ketidakpastian membatasi pergerakannya. Investor juga menantikan data Producer Price Index (PPI) AS yang akan dirilis, yang bisa menambah tekanan pada arah jangka pendek USD.
Secara umum, dinamika pasar menunjukkan defisit sentimen risiko dengan CHF memperoleh permintaan sebagai aset safe-haven. Pergerakan pasangan mata uang ini tetap rentan terhadap berita geopolitik dan komentar kebijakan, sehingga volatilitas bisa bertambah menjelang rilis data utama berikutnya.
Data ekonomi Swiss memperlihatkan gambaran campuran. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Q4 naik 0.1% secara QoQ, meskipun terdapat revisi kontraksi di kuartal sebelumnya, dan angka tersebut juga di bawah ekspektasi tumbuh 0.2%. Dari sisi tahunan, PDB Swiss meningkat 0.7%, sedikit lebih tinggi dari pembacaan sebelumnya 0.6%.
Sisi moneter AS terlihat lebih berat dalam mendorong dolar rebounded, namun niat untuk mengenakan tarif global 10% hingga 15% atas impor tetap menjadi faktor volatil. Pemerintah AS juga menyebutkan bahwa beberapa negara bisa menghadapi kenaikan tarif tambahan di beberapa hari mendatang.
Perkembangan tersebut menjaga volatilitas pasar dan membatasi daya tarik dolar AS. Pelaku pasar menantikan rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk mengevaluasi arah kebijakan Federal Reserve serta potensi pergeseran benchmark suku bunga jangka pendek.
Dalam konteks risiko global yang masih tinggi, trader forex melihat CHF sebagai pelindung modal, sehingga USD/CHF berpotensi bergerak melemah lebih lanjut jika sentimen risiko tetap terjaga. Kondisi ini mendukung penggunaan perlindungan risiko terutama pada posisi terbuka di pasar berisiko.
Investor juga perlu memperhatikan level teknikal utama serta volatilitas jelang data ekonomi utama. Arah pergerakan akan sangat dipengaruhi oleh keluaran data berikutnya dan tanggapan pasar terhadapnya.
Karena data utama belum menampilkan target jelas, para pelaku pasar disarankan menunggu sinyal lanjutan dari data ekonomi terbaru sebelum membuka posisi, sambil menjaga manajemen risiko yang ketat.