Laju USD tetap kuat karena data PMI Jasa ISM AS yang lebih kuat dari ekspektasi menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Meski RBI melakukan intervensi untuk menahan tekanan terhadap rupee, dolar tetap berada di atas posisi sebelumnya, menambah tekanan pada pasangan USD/INR. Efek domino dari data AS memperbesar permintaan dolar di pasar Asia dan meningkatkan volatilitas pasangan ini.
Para pelaku pasar menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) sebagai panduan kebijakan Federal Reserve. Data tenaga kerja yang lebih baik atau lebih lemah dapat menggeser ekspektasi suku bunga dan memicu pergerakan harga yang lebih besar. Komentar para pejabat juga bisa menambah variasi arah pergerakan di jangka pendek.
Rupee dibuka lemah terhadap dolar di sesi awal meskipun ada langkah positif sebelumnya, dengan USD/INR bergerak mendekati 90,20. Intervensi RBI pada hari Rabu menjadi bagian dari dinamika yang menjaga volatilitas tetap tinggi, namun koreksi dolar tetap menarik bagi importir dan investor asing.
Secara teknikal, USD/INR berada di bawah EMA 20-hari sekitar 90,20, membatasi rebound yang kuat. RSI 14-hari di sekitar 49 menunjukkan momentum netral dan belum ada dorongan arah yang jelas. Kondisi ini menggambarkan pasar yang menimbang faktor fundamental sambil menunggu konfirmasi teknis lebih lanjut.
Penutupan harian di atas EMA 20-hari akan menambah momentum dan membuka peluang pergerakan ke level 91,55 sebagai target jangka pendek. Jika skenario ini terwujud, trader bisa mempertimbangkan langkah long dengan profil risiko yang terukur. Skenario lain tetap mengandung volatilitas yang tinggi karena dinamika kebijakan moneter dan perdagangan.
Sebaliknya, kegagalan menembus EMA tersebut bisa mempertahankan tekanan turun dan mengarah pada retracement menuju support sekitar 89,50. Penembusan di bawah level ini bisa memperpanjang koreksi dan menambah peluang bagi penumpukan posisi jual dalam kerangka waktu menengah.
Skenario bullish yang diulas: entri dekat 90,00 dengan target 91,55 dan stop di 89,50. Rasio reward/risk yang direncanakan mendekati 1:1,5 sesuai preferensi teknikal untuk menjaga kelayakan perdagangan. Kondisi ini mengandalkan momentum dolar yang tetap kuat dan peluang pergerakan ke level tertinggi baru.
Faktor fundamental seperti data PMI dan potensi data NFP mendukung skenario ini, meskipun risiko eksternal seperti perubahan kebijakan Fed atau ketegangan perdagangan bisa memicu volatilitas lebih lanjut. Manajemen risiko menjadi fokus utama, termasuk ukuran posisi dan penetapan level cut loss yang disiplin.
Untuk eksekusi, disarankan menjaga eksposur risiko sesuai batas toleransi portofolio dan memantau perubahan harga secara berkala. Jika harga bergerak melawan prediksi, evaluasi ulang posisi dan siap untuk menyesuaikan stop atau keluar dari posisi sesuai rencana manajemen risiko.