USD/JPY di Kisaran 212,00: Yen Lemah dan PMI Inggris Dorong GBP

USD/JPY di Kisaran 212,00: Yen Lemah dan PMI Inggris Dorong GBP

Signal USD/JPYBUY
Open212.100
TP214.500
SL210.600
trading sekarang

USD/JPY terlihat ragu diperdagangkan di sekitar level 212,00 meski tren kenaikan harian masih moderat. Pasar menimbang faktor teknikal seperti level support dan resistance, sambil menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas. Instrumen ini menunjukkan volatilitas relatif terbatas dibandingkan pasangan mata uang utama lainnya.

Komentar publik Jepang mengenai Yen yang lebih lemah telah memperburuk sentimen terhadap JPY secara luas. Hal ini menambah argumen bagi potensi intervensi kebijakan yang mungkin dilakukan otoritas keuangan, meskipun langkah tersebut belum pasti. Sisi fiskal tetap menjadi faktor risiko yang bisa memperlebar tekanan pada mata uang nasional.

Beberapa kilau teknikal terlihat ketika high intraday mencapai 212,68, meski harga tetap berada di atas 212,00 pada saat berita ini ditulis. Pasar terus memantau momentum untuk melihat apakah dorongan tersebut bisa bertahan menuju target yang lebih tinggi. Penutupan di atas 212,00 menambah peluang menuju level resistance selanjutnya di kisaran atas.

Data PMI Manufaktur Global S&P akhir Januari direvisi naik menjadi 51,8, menunjukkan laju pertumbuhan tercepat dalam 17 bulan. Angka ini menandakan aktivitas manufaktur Inggris bergerak lebih kuat dari perkiraan awal. Meskipun momentum positif, reaksi pasar terhadap Pound masih terbatas pada sesi perdagangan saat ini.

Meski PMI menunjukkan perbaikan, respons Pound terhadap berita ini tetap lemah karena investor menimbang faktor lain seperti dinamika yen dan potensi kebijakan fiskal. Ketidakpastian kebijakan fiskal serta tekanan anggaran mengurangi dorongan untuk pergerakan signifikan pada pasangan terkait. Para trader cenderung menjaga posisi hati-hati sambil menilai arah jangka pendek.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar Forex tetap tenang meskipun data ekonomi utama muncul. Tim riset Cetro Trading Insight menilai peluang trading pada pasangan terkait akan bergantung pada kelanjutan momentum PMI dan risiko kebijakan fiskal yang lebih luas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca setia kami.

broker terbaik indonesia