Yen berada dalam tekanan karena dinamika suku bunga global. Perbedaan tingkat bunga antara Jepang dan negara maju menambah daya tarik dolar AS di pasar valuta asing. Selain itu, kebijakan fiskal pro-stimulus pemerintah Jepang berpotensi meningkatkan beban utang publik dan memperparah pelemahan Yen.
Kondisi tersebut juga didorong oleh harga energi. Harga minyak yang lebih tinggi menambah tekanan inflasi dan memperkuat daya tarik dolar secara global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menambah ketidakpastian bagi ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.
BoJ berjalan pada jalur normalisasi kebijakan secara bertahap, berbeda dengan bank sentral lainnya yang tetap menjaga suku bunga tinggi. Gubernur Kazuo Ueda menegaskan bahwa kebijakan akan disesuaikan setelah menilai dampak gerak mata uang terhadap proyeksi ekonomi. Para pelaku pasar mengamati bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi arus modal dan nilai tukar Yen.
Harga USDJPY kembali menyentuh level yang sebelumnya menimbulkan perhatian otoritas intervensi. Kisaran sekitar 159–160 dianggap sebagai level penting bagi sentimen pasar dan potensi langkah kebijakan lebih lanjut. Para trader mengikuti pergerakan di sekitar area ini dengan cermat.
Secara teknis, yen terus melemah dalam beberapa hari terakhir, sementara imbal hasil US Treasuries naik. Kondisi itu meningkatkan daya tarik dolar secara luas di pasar global. Meski demikian, para pelaku pasar tetap waspada karena data ekonomi dan kejadian geopolitik bisa memicu perubahan arah secara tiba-tiba.
Analisis menunjukkan peluang pergerakan jangka pendek yang lebih besar bila level 159-160 tembus. Volatilitas di sekitar area tersebut berpotensi memicu reaksi kebijakan, termasuk intervensi jika diperlukan. Investor juga menilai bagaimana BoJ akan menimbang dampak hasil pergerakan mata uang terhadap proyeksi ekonomi.
BoJ tetap menempuh jalur kebijakan yang hati-hati dalam normalisasi, memperhatikan dampak pergerakan mata uang terhadap pertumbuhan dan inflasi. Gubernur Kazuo Ueda menegaskan bahwa kebijakan akan disesuaikan secara terukur sambil mengevaluasi efek kurs terhadap proyeksi ekonomi. Kebijakan ini berjalan seiring fokus pada stabilitas harga dan keseimbangan fiskal.
Di sisi global, pergeseran ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed juga memengaruhi arah USD. Pelaku pasar menilai bahwa pemangkasan suku bunga AS bisa lebih lambat dari prediksi sebelumnya karena tekanan inflasi dan geopolitik. Imbal hasil US Treasury tetap menjadi faktor kunci yang menopang penguatan dolar.
Data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini, seperti PCE Price Index, GDP Q4, dan pesanan barang tahan lama, menjadi katalis bagi arah USDJPY. Hasil angka-angka tersebut bisa mengubah ekspektasi kebijakan moneter global dan sentimen risiko di pasar valuta asing. Cetro Trading Insight menilai bahwa arah yen akan sangat bergantung pada seberapa cepat BoJ menilai dampak kebijakan terhadap perekonomian serta perkembangan harga minyak.