USD/JPY Menguat di sekitar 157,55 didukung CPI AS dan ketegangan geopolitik

USD/JPY Menguat di sekitar 157,55 didukung CPI AS dan ketegangan geopolitik

Signal USD/JPYBUY
Open157.550
TP159.100
SL156.550
trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, USD/JPY bergerak lebih tinggi menuju sekitar 157,55 pada pembukaan sesi Eropa Selasa. Pergerakan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan daya tarik dolar sebagai mata uang cadangan. Pasar juga menantikan rilis data CPI AS bulan April untuk mengukur sejauh mana tekanan inflasi akan membentuk langkah kebijakan Fed.

Pernyataan dari pejabat Jepang menandai komitmen kuat untuk menjaga kestabilan nilai tukar. Menteri Keuangan Jepang, Katayama, menegaskan bahwa AS dan Jepang tetap bekerjasama erat dalam menilai dan menindak pergerakan mata uang jika diperlukan. Kejelasan ini menambah nuansa kehati-hatian bagi pelaku pasar terkait potensi intervensi yen.

Secara teknikal, momentum saat ini didorong oleh risiko geopolitik yang dapat menjaga USD tetap bidik. Namun, proyeksi kenaikan lebih lanjut dibatasi jika ada spekulasi bahwa bank sentral siap mengambil tindakan guna menstabilkan volatilitas yen. Investor menunggu berita CPI untuk konfirmasi arah jangka pendek.

Kita melihat estimasi CPI April menunjukkan headline inflation di sekitar 3,7 persen dibanding 3,3 persen pada bulan sebelumnya, sementara inti CPI didorong naik menjadi 2,7 persen. Tekanan biaya energi terkait konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah jadi faktor utama. Sementara itu, CPI inti diperkirakan naik menjadi 2,7% dari 2,6%.

Jika data menunjukkan tekanan inflasi lebih kuat dari ekspektasi, probabilitas untuk penundaan pemangkasan suku bunga meningkat, dan ini bisa lebih lanjut menguatkan dolar. Pasar juga menyadari bahwa tingkat inflasi yang lebih tinggi membuat prospek kebijakan Fed tetap agak ketat. Dalam konteks itu, pasangan USD/JPY bisa mempertahankan arah kenaikan meski ketidakpastian geopolitik tetap ada.

Meski ada potensi upside, para trader juga menimbang risiko terkait intervensi yen yang bisa membatasi pergerakan. Namun, upside USD/JPY tetap dibatasi oleh kekhawatiran intervensi yen dari otoritas Jepang. Kondisi pasar membuat proyeksi pair kurang volatil meski data inflasi lebih tinggi beredar. Secara keseluruhan, catatan data CPI akan menjadi penentu dua arah bagi pergerakan pasangan ini.

Faktor Geopolitik dan Kebijakan Intervensi

Ketegangan di Timur Tengah memperberat risiko global dan cenderung meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset pembawa risiko rendah. Sentimen tersebut membantu USD/JPY untuk mempertahankan posisi lebih tinggi di sekitar 157,55. Sinyal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan bahwa investor tetap fokus pada perkembangan di wilayah tersebut.

Minggu lalu, beberapa penasihat Gedung Putih dilaporkan sedang mempertimbangkan kelanjutan operasi militer yang lebih luas jika Iran tidak menanggapi tawaran damai. Perkembangan itu menambah tekanan pada dolar karena pasar menilai risiko geopolitik meningkat. Sinyal semacam ini memberi dukungan sementara bagi USD terhadap yen.

Di sisi kebijakan, otoritas Jepang menegaskan kesiapan untuk intervensi jika diperlukan untuk menstabilkan volatilitas mata uang. Pembahasan antara Katayama dan Mimura menekankan koordinasi lintas-negara dalam langkah-langkah moneter. Pelaku pasar disarankan mengawasi sinyal kebijakan berikutnya dari kedua negara.

banner footer